Truestorysport – Final Piala Afrika 2025 antara Senegal dan tuan rumah Maroko di Stade Prince Moulay Abdellah, Rabat, Senin (19/1/2025) dini hari WITA, diwarnai insiden mogok main atau walk off yang dilakukan para pemain Senegal.
Aksi tersebut sempat menghentikan laga penentuan gelar selama lebih dari 10 menit dan menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah final Piala Afrika.
Insiden bermula pada menit ke-90+6 saat pemain Maroko, Brahim Diaz, terjatuh di kotak penalti setelah berduel dengan bek Senegal, El Hadji Diouf. Wasit awalnya membiarkan permainan berlanjut, namun setelah menerima rekomendasi VAR, pengadil lapangan meninjau ulang kejadian tersebut.
Usai melihat tayangan ulang, wasit memutuskan menunjuk titik putih untuk Maroko. Keputusan ini langsung memantik reaksi keras dari kubu Senegal. Para pemain mengerubungi wasit, sementara ofisial tim melontarkan protes dari pinggir lapangan.
Situasi memanas ketika pelatih Senegal, Pape Thiaw, terlihat menginstruksikan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan penalti tersebut. Satu per satu pemain Senegal berjalan ke sisi lapangan, membuat pertandingan terhenti total
Panitia pertandingan dan perangkat wasit tampak berupaya menenangkan situasi, sementara penonton di stadion mulai bersorak dan bersiul.
Pertandingan terhenti sekitar 10 menit. Di tengah ketegangan, kapten Senegal Sadio Mane mengambil peran penting. Ia menghampiri rekan-rekannya dan meminta tim untuk kembali ke lapangan demi melanjutkan pertandingan dan menghindari sanksi lebih berat.