Palu, Truestorysport – Manajemen Garda Justitia Sulawesi Tengah FC (Garda FC) kembali melanjutkan proses pengontrakan pemain tahap kedua sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi Liga 4 Sulawesi Tengah musim 2026.

Sekretaris Umum Garda FC, Taufan Bustan, menjelaskan bahwa pada tahap kedua ini manajemen fokus merekrut pemain untuk mengisi sejumlah posisi krusial, mulai dari penjaga gawang, lini pertahanan, hingga gelandang.

“Alhamdulillah, hari ini kami telah menyelesaikan kontrak untuk tujuh pemain. Mereka berasal dari berbagai daerah, yakni Palu, Tojo Una-Una, , dan Donggala,” ujar Taufan usai penandatanganan kontrak lewat keterangan resmi yang diterima redaksi Truestorysport, Selasa (27/1/2026).

Sebelumnya, Garda FC telah lebih dulu melakukan pengontrakan tahap pertama pada Minggu (18/1/2026). Pada tahap tersebut, manajemen mengikat kontrak 16 pemain yang mengisi berbagai posisi, mulai dari lini depan hingga penjaga gawang.

“Dengan selesainya kontrak tahap kedua ini, total pemain yang sudah resmi dikontrak manajemen Garda FC kini berjumlah 23 pemain,” tegas Taufan.

Meski demikian, manajemen belum menutup proses perekrutan. Garda FC masih merencanakan kontrak tahap ketiga guna melengkapi komposisi skuad sesuai kebutuhan tim pelatih.

“Untuk waktu pelaksanaan kontrak tahap ketiga, kami masih menunggu momen yang tepat. Namun yang pasti, sudah ada beberapa pemain yang masuk dalam radar dan akan dikontrak pada tahap berikutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Garda FC, Abdee Mari, menegaskan bahwa timnya memasang target tinggi pada ajang Liga 4 Sulawesi Tengah. Garda FC menargetkan hasil maksimal di setiap pertandingan dengan menjadi juara kompetisi.

“Target kami jelas, Garda FC harus menjadi juara. Karena itu, Laskar Bhayangkara wajib diisi oleh pemain-pemain yang memiliki mental juara,” tegas Abdee.

Ia menambahkan, proses seleksi dan scouting pemain yang dilakukan tim pelatih berjalan ketat dan sangat selektif. Penilaian tidak hanya berdasarkan kualitas teknis, tetapi juga mentalitas bertanding.

“Proses seleksi sudah kami rampungkan, sementara scouting masih dilakukan secara tertutup. Kami tidak merekrut pemain yang bermental ‘tempe’. Yang kami butuhkan adalah pemain bermental ‘besi’, siap bertarung dan memiliki juara,” tandasnya.

Garda FC sendiri merupakan klub sepak yang terdaftar sebagai anggota Asosiasi (Asprov) . Klub ini dikelola secara unik oleh gabungan anggota dan jurnalis di Kota Palu, dengan misi membangun sepak bola daerah yang kompetitif dan berkarakter. (*)