FIVB menetapkan sejumlah aturan khusus bagi libero agar perannya tetap seimbang dalam permainan:
- Seragam Berbeda
Libero wajib mengenakan seragam dengan warna yang kontras dari rekan setimnya agar mudah dikenali wasit. - Tidak Boleh Menyerang
Libero dilarang melakukan serangan jika bola berada di atas tinggi net, baik dari depan maupun belakang lapangan. - Tidak Boleh Servis
Dalam aturan internasional, libero tidak diperbolehkan melakukan servis. Namun, pada beberapa kompetisi nasional atau junior, aturan ini bisa disesuaikan. - Tidak Boleh Blocking
Libero sama sekali tidak diperkenankan melakukan blok atau mencoba melakukan blok. - Pembatasan Passing di Area Depan
Jika libero melakukan passing atas (overhead pass) dari zona depan (depan garis serang), maka rekan setim tidak boleh menyerang bola tersebut di atas net. - Pergantian Bebas
Libero dapat keluar masuk lapangan tanpa dibatasi jumlah pergantian, tetapi hanya boleh menggantikan pemain di posisi belakang dan pergantian harus dilakukan melalui area khusus di belakang lapangan.
Dampak Libero terhadap Permainan Voli
Sejak diperkenalkan, posisi libero mengubah dinamika permainan bola voli secara signifikan. Permainan menjadi lebih cepat, reli lebih panjang, dan kualitas pertahanan meningkat. Libero juga membuka peluang bagi pemain bertubuh lebih pendek untuk berperan besar di level elite.
Kini, hampir semua tim profesional dan nasional menempatkan libero sebagai salah satu pilar utama permainan, sejajar dengan setter dan spiker.
Dengan kombinasi sejarah, peran khusus, dan aturan ketat, libero menjadi simbol bahwa bola voli modern tidak hanya mengandalkan kekuatan, tetapi juga kecerdasan, teknik, dan ketepatan membaca permainan. (*)
Halaman