FIVB menetapkan sejumlah khusus bagi agar perannya tetap seimbang dalam permainan:

  1. Seragam Berbeda
    Libero wajib mengenakan seragam dengan warna yang kontras dari rekan setimnya agar mudah dikenali wasit.
  2. Tidak Boleh Menyerang
    Libero dilarang melakukan serangan jika berada di atas tinggi net, baik dari depan maupun belakang lapangan.
  3. Tidak Boleh Servis
    Dalam aturan internasional, libero tidak diperbolehkan melakukan servis. Namun, pada beberapa atau junior, aturan ini bisa disesuaikan.
  4. Tidak Boleh Blocking
    Libero sama sekali tidak diperkenankan melakukan blok atau mencoba melakukan blok.
  5. Pembatasan Passing di Area Depan
    Jika libero melakukan passing atas (overhead pass) dari depan (depan garis serang), maka rekan setim tidak boleh menyerang bola tersebut di atas net.
  6. Pergantian Bebas
    Libero dapat keluar masuk lapangan tanpa dibatasi pergantian, tetapi hanya boleh menggantikan pemain di posisi belakang dan pergantian harus dilakukan melalui area khusus di belakang lapangan.

Dampak Libero terhadap Permainan

Sejak diperkenalkan, posisi libero mengubah dinamika permainan bola voli secara signifikan. Permainan menjadi lebih cepat, reli lebih panjang, dan kualitas pertahanan meningkat. Libero juga membuka peluang bagi pemain bertubuh lebih pendek untuk berperan besar di level elite.

Kini, hampir semua tim profesional dan nasional menempatkan libero sebagai satu pilar utama permainan, sejajar dengan setter dan spiker.

Dengan kombinasi sejarah, peran khusus, dan aturan ketat, libero menjadi simbol bahwa bola voli modern tidak hanya mengandalkan kekuatan, tetapi juga kecerdasan, , dan ketepatan membaca permainan. (*)