Beberapa peralatan standar yang digunakan dalam permainan woodball meliputi:
- Bola kayu berdiameter 9,5 cm dengan berat sekitar 350 gram
- Palu kayu sepanjang kurang lebih 90 cm dengan ujung pemukul berbentuk botol
- Gawang (gate) yang terdiri dari tiga balok kecil sebagai target
Aturan dan Jenis Kompetisi
Dalam pertandingan resmi, woodball terbagi ke dalam dua jenis kompetisi utama:
- Stroke Competition
Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah pukulan paling sedikit untuk menyelesaikan seluruh lintasan. - Fairway Competition
Pemenang ditentukan dari jumlah fairway yang berhasil dikuasai. Kompetisi ini biasanya dimainkan dalam 12 lintasan atau kelipatannya.
Beberapa variasi lintasan yang umum digunakan antara lain:
- Fairway 1: Lintasan lurus sepanjang 80 meter
- Fairway 2: Lintasan lurus sepanjang 45 meter
- Fairway 3: Lintasan berbentuk L dengan panjang 35 meter dan 15 meter
Nomor Pertandingan Woodball
Pada level kompetisi, woodball mempertandingkan berbagai nomor, di antaranya:
- Stroke: Tunggal putra/putri, beregu putra/putri
- Fairway: Tunggal putra/putri, ganda putra/putri, beregu putra/putri, serta ganda campuran
Eksistensi Woodball di Indonesia dan Dunia
Sejak mulai dipertandingkan secara resmi di Indonesia, woodball terus berkembang melalui pembentukan klub dan komunitas di berbagai daerah. Sejumlah pelatihan dan turnamen rutin digelar untuk meningkatkan kualitas atlet dan memperluas basis penggemar.
Di tingkat internasional, IWbF secara konsisten menggelar kejuaraan dunia, menjadikan woodball semakin dikenal dan diminati di berbagai negara.
Kombinasi antara kesederhanaan, strategi permainan, serta keunikan peralatannya membuat woodball menjadi olahraga yang menarik. Selain menyehatkan, woodball juga menanamkan nilai sportivitas, konsentrasi, dan kerja sama tim.
Sejarah woodball membuktikan bahwa olahraga sederhana dapat berkembang menjadi cabang prestasi yang mendunia.
Di Sulawesi Tengah (Sulteng) sendiri, Woodball juga sudah resmi jadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). (*)