Palu, truestorysport – Kota Palu, Palu, mencatat sebagai tuan rumah Kejuaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) B 2026 yang akan digelar mulai 27 April esok hingga 1 Mei 2026. Ajang bergengsi tingkat nasional ini menjadi kali pertama dilaksanakan di Tengah dan bisa disaksikan secara gratis di Bumi Kaktus Andi Raga Pettalolo.

Kejuaraan tersebut dipastikan diikuti ratusan atlet dari berbagai perkumpulan bulutangkis se-Indonesia. Kehadiran para pebulu tangkis muda dari berbagai daerah diharapkan menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga bulutangkis di Sulawesi Tengah.

Bidang Turnamen PP PBSI, Wahyana, menjelaskan bahwa Sirnas B di Palu merupakan seri pertama pada kalender nasional tahun 2026. Setelah Palu, rangkaian Sirnas B selanjutnya akan digelar di Samarinda, Medan, Bengkulu, dan Denpasar.

Sirnas B Palu akan mempertandingkan tiga kelompok , yakni U-12, U-13, dan U-15, dengan total 11 nomor pertandingan. juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp167 juta.

Pengprov PBSI Sulawesi Tengah, Gufran Ahmad, mengungkapkan bahwa terpilihnya Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah melalui proses panjang dan persaingan ketat.

Menurutnya, sejak dirinya terpilih memimpin pengurus provinsi, pihaknya langsung bergerak mengajukan proposal penyelenggaraan. Namun, proses tersebut tidak mudah karena terdapat sejumlah indikator penilaian dari pengurus pusat, mulai dari kelayakan sarana dan prasarana, akses transportasi, akomodasi, hingga kondisi lapangan.

“Proposal diajukan pada Oktober dalam agenda nasional PBSI, kemudian pada Desember dilakukan verifikasi lapangan oleh tim pusat. Jadi tidak cukup hanya proposal bagus, tetapi kondisi riil di lapangan juga harus memenuhi syarat,” ujarnya saat konferensi pers di Palu, Minggu (26/4).

Ia menambahkan, daerah di luar Pulau Jawa masih sangat sedikit yang mendapat kesempatan menjadi tuan rumah kejuaraan nasional. Karena itu, terpilihnya Palu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan besar bagi Sulawesi Tengah.

Gufran menegaskan seluruh panitia akan bekerja maksimal agar penyelenggaraan Sirnas B pertama di Palu berlangsung sukses, baik dari sisi teknis pertandingan maupun pelayanan umum.

“Ini menjadi penilaian juga bagi pengurus pusat. Kalau pelaksanaan sukses, bukan tidak mungkin Sulawesi Tengah akan kembali dipercaya menggelar event yang lebih besar,” katanya.

Ia menyebut ke depan terdapat peluang menghadirkan turnamen level lebih tinggi seperti International Challenge hingga BWF Super 100, meski persiapannya jauh lebih kompleks.

Menutup keterangannya, Gufran menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berharap masyarakat Sulawesi Tengah ikut menyukseskan pelaksanaan Sirnas B perdana di Palu. (*)