Palu, Truestorysports – Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah yang diwakili Ketua Harian, Muh Ifan Taufan, secara resmi menutup Pelatihan Wasit Gateball yang digelar Pengurus Provinsi Pergatsi Sulteng di Kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang di Kota Palu, Minggu (23/11) petang.
Turut hadir pada kesempatan itu ketua Pergatsi Sulteng, Faidul Keteng, wakil ketua umum Pergatsi, Asbudianto, serta pihak terkait.
Dalam sambutannya, Ifan Taufan, yang akrab disapa Opan, menegaskan bahwa Gateball merupakan salah satu cabang olahraga unggulan dan andalan KONI Sulteng, khususnya dalam peta persaingan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Opan menyampaikan bahwa saat ini KONI Provinsi Sulteng sedang berbenah dengan fokus pada peningkatan prestasi melalui pendataan menyeluruh di setiap cabang olahraga. Pendataan tersebut mencakup atlet berprestasi, wasit, pelatih, serta kebutuhan masing-masing cabor untuk mendukung program pembinaan yang lebih terarah.
Ia menambahkan, KONI Sulteng di bawah kepemimpinan Muh Fathur Razaq menargetkan perolehan medali emas di PON NTT–NTB 2028 meningkat signifikan dibanding pencapaian pada PON Aceh–Sumut 2024 lalu.
“Melalui pelatihan wasit Gateball ini, kami memberikan apresiasi dan dukungan penuh. Ini merupakan bagian dari pembinaan prestasi dan penataan organisasi Pergatsi Sulteng. Gateball telah menjadi salah satu cabor unggulan yang membanggakan Sulawesi Tengah pada PON Aceh–Sumut,” ujar Opan.
Pelatihan yang berlangsung sejak Sabtu (22/11) tersebut diikuti 32 peserta asal Palu, Poso, Donggala, Sigi, dan Toli-Toli.
Sebelumnya, Ketua Pergatsi Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja organisasi untuk memenuhi kebutuhan wasit Gateball di daerah. Selama ini, keterbatasan jumlah wasit sering menjadi kendala dalam penyelenggaraan turnamen terbuka maupun event resmi.
“Pelatihan ini kami laksanakan untuk memenuhi kebutuhan wasit Gateball di Sulawesi Tengah. Agar dalam event open tournament kita tidak lagi kesulitan mencari wasit di lapangan. Harapan kami, kegiatan ini dapat mencetak wasit yang mampu memenuhi kebutuhan pertandingan,” ujar Faidul. (*)