Palu, Metrosulawesi – Gubernur yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Sulawesi Tengah, M. Sadly Lesnusa, secara resmi membuka Karate Open Tournament Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Palu yang digelar di Gelora Bumi Kaktus (GBK), Kota Palu, Sabtu (13/12/2025).
Pembukaan kejuaraan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri pengurus FORKI, para pelatih, atlet, serta perwakilan perguruan karate dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, hingga sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, M. Sadly Lesnusa menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum dan seluruh jajaran pengurus FORKI Kota Palu atas prakarsa penyelenggaraan turnamen terbuka tersebut.
Sadly Lesnusa mengaku bangga karena memiliki latar belakang sebagai insan karate. Ia mengenang perjalanan kariernya di dunia karate sejak usia dini hingga terlibat sebagai pengurus setelah tahun 1994.
“Saya bangga bisa kembali berada di tengah-tengah keluarga besar insan karate FORKI se-Sulawesi Tengah,” katanya.
Ia menilai kejuaraan ini sangat strategis, terlebih FORKI Kota Palu baru sekitar tiga bulan dikukuhkan dengan kepengurusan yang baru.
Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk melahirkan prestasi dan memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Baca Halaman Selanjutnya>>>
“Kejuaraan ini bukan semata-mata ajang mengejar medali atau juara, tetapi yang terpenting adalah pembinaan prestasi, regenerasi atlet, serta pembentukan karakter bagi generasi muda,” tegasnya.
Selain sebagai sarana pembinaan, turnamen ini juga dinilai penting untuk mempererat silaturahmi antarperguruan karate serta memperbarui data atlet sebagai bagian dari persiapan pembinaan jangka panjang FORKI.
Sadly Lesnusa menekankan bahwa pembinaan atlet tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga kesiapan mental bertanding.
“Sering kali fisik dan teknik sudah bagus, tetapi mental belum siap. Mental bertanding ini harus dipupuk sejak dini. Juara bukan yang utama, tetapi keberanian dan kesiapan anak-anak kita untuk tampil dan bertanding,” jelasnya.
Ia berharap melalui kejuaraan ini, FORKI Kota Palu dan Sulawesi Tengah mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu bersaing di level regional, nasional, bahkan internasional, sebagaimana kejayaan karate Sulawesi Tengah pada era sebelumnya.
Menutup sambutannya, Sadly Lesnusa mengajak seluruh senior dan insan karate untuk mencurahkan perhatian penuh terhadap pembinaan generasi muda.
“Saya mohon kepada seluruh senior agar kita bersama-sama membina anak-anak kita, karena merekalah yang kelak akan mengharumkan nama Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
Baca Halaman Selanjutnya>>>
Diketahui, ada sebanyak 485 karateka yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Para atlet berasal dari daerah Palu, Sigi dan Kabupaten Donggala.
Ketua FORKI Palu, Zulkarnain M Umar mengungkapkan kejuaraan akan berlangsung hingga Minggu 14 Desember.
Di hari terakhir, akan dipertandingkan kelas Best of the Best dan juga festival yang diperuntukkan bagi pembinaan atlet usia dini. (*)