
“Jujur saja, kita sedikit… bukan kecewa juga sebenarnya, cuma agak tidak enak hati saja. Karena anak-anak kita sudah sangat siap. Saya bisa pahami, tapi anak-anak yang sudah latihan dan akhirnya tidak tampil itu pasti rasanya sedih,” ucap Gubernur, Anwar.
Meski begitu, Anwar menegaskan bahwa yang terpenting adalah penyerahan bendera telah dilakukan secara resmi oleh KORMI Nasional. Ia mengibaratkan, “Ini sama seperti pernikahan, Pak Ketum. Bukan resepsinya yang penting, tapi akad nikahnya.”
Ia juga memastikan bahwa Sulawesi Tengah akan serius mempersiapkan diri sebagai tuan rumah FORNAS IX.
“Insyaallah kami tidak akan mempermalukan KORMI Nasional. Saya pastikan Pak Ketum, Pak Sekjen, dan seluruh pengurus tidak salah memilih Sulawesi Tengah.”
Belum diketahui pasti kenapa agenda penampilan Sulteng dibatalkan saat penutupan.
Menurut sejumlah pengurus KORMI Sulteng, agenda penutupan tiba-tiba berubah tanpa ada penyerahan bendera pataka tuan rumah.