Truestorysport – FC Metz akan menghadapi tantangan berat saat menjamu Olympique Lyonnais pada lanjutan Ligue 1 yang digelar di Stade Saint-Symphorien, Minggu atau Senin (26/1) dini hari WIB.

Laga ini mempertemukan dua tim dengan misi berbeda: Metz berjuang keras menjauh dari ancaman degradasi, sementara Lyon tengah memacu langkah untuk mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim .

Atmosfer stadion dipastikan memanas, terlebih dengan kehadiran sejumlah muda yang tengah menjadi sorotan, termasuk putra mantan Patrick Kluivert di kubu Lyon, serta wonderkid Brasil Endrick yang mulai mencuri perhatian di Ligue 1.

Terkini Kedua Tim

Metz masih berada dalam periode sulit setelah gagal meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir Ligue 1. Pada laga teranyar, mereka harus mengakui keunggulan Strasbourg dengan skor 1-2. Catatan tersebut menyoroti rapuhnya lini pertahanan Metz yang telah kebobolan 40 gol sepanjang musim, terburuk di sejauh ini.

Meski demikian, Metz bukan tanpa harapan. Tim asuhan Stéphane Le Mignan sempat membuat kejutan dengan menaklukkan Lens dan Nice, serta memberi perlawanan ketat saat menghadapi Paris Saint-Germain. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama jika mereka ingin bertahan di kasta tertinggi.

Sebaliknya, Olympique Lyonnais datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi menegaskan kebangkitan tim asuhan Paulo Fonseca. Lyon juga saja memastikan tiket ke fase gugur Liga Europa usai 1-0 atas Young Boys. Di Ligue 1, kemenangan atas Brest memperlihatkan efektivitas lini serang mereka melalui gol Pavel Sulc dan Abner Vinicius.

Rekor Pertemuan

Lyon memiliki catatan positif atas Metz. Dalam empat pertemuan terakhir, Les Gones belum pernah menelan kekalahan. Pada pertemuan terakhir Agustus lalu, Lyon menang telak 3-0. Meski skor tampak mencolok, penampilan gemilang kiper Metz, Jonathan Fischer, kala itu mencegah kekalahan yang lebih besar.

Analisis Pertandingan

Metz menghadapi tantangan besar untuk meredam agresivitas Lyon. Absennya Pape Sy dan Joseph Mangondo memaksa Le Mignan melakukan penyesuaian di lini belakang.

Namun, kembalinya Koffi Kouao dari skorsing serta hadirnya Habib Diallo dan Cheikh Sabaly usai diharapkan mampu menambah keseimbangan tim.