Palu, padel nomor satu Indonesia, , hadir di Kota Palu, Tengah, untuk memberikan sekaligus berbagi pengalaman dalam pengembangan olahraga padel.

Kehadiran Zar menjadi perhatian karena selain prestasinya di dunia olahraga, ia juga memiliki ikatan historis dengan Sulawesi Tengah.

Zar Lasahido ternyata merupakan cucu dari ke-6 Sulawesi Tengah, Ghalib Lasahido. Ayahnya, yang akrab disapa Memeto, merupakan keponakan Ghalib Lasahido dan dikenal sebagai figur nomor satu Sulawesi Tengah pada masanya.

Hubungan keluarga ini membuat kedatangan Zar ke Palu memiliki nilai emosional tersendiri.

“Saya lahir dan besar di Belanda, tapi orang tua saya berasal dari . Keluarga saya juga banyak yang tinggal di Palu dan Gorontalo, baik dari pihak ayah maupun ibu,” ujar Zar kepada awak , Sabtu (7/2).

Zar mengungkapkan, dirinya mulai mengenal dan menekuni olahraga padel sekitar tahun lalu di Amsterdam, Belanda, tempat kelahirannya.

Meski telah lama mengetahui olahraga tersebut, Zar baru benar-benar fokus dalam beberapa tahun terakhir.

“Sebenarnya saya sudah lama tahu tentang padel, tapi baru benar-benar menekuninya beberapa tahun terakhir,” katanya.

Keputusannya pindah ke Indonesia pun bukan tanpa alasan. Zar secara khusus datang untuk berkontribusi dalam pengembangan padel dan telah menetap di Tanah Air selama sekitar dua tahun terakhir.