, Truestorysport – Atlet padel nomor satu Indonesia, Zar Lasahido, hadir di Kota Palu, Tengah, untuk memberikan coaching clinic sekaligus berbagi pengalaman dalam pengembangan padel.

Kehadiran Zar menjadi perhatian karena selain prestasinya di dunia olahraga, ia juga memiliki ikatan historis dengan Sulawesi Tengah.

Zar Lasahido ternyata merupakan cucu dari Gubernur ke-6 Sulawesi Tengah, Ghalib Lasahido. Ayahnya, yang akrab disapa Memeto, merupakan keponakan Ghalib Lasahido dan dikenal sebagai figur nomor satu Sulawesi Tengah pada masanya.

Hubungan keluarga ini membuat kedatangan Zar ke Palu memiliki nilai emosional tersendiri.

“Saya lahir dan besar di Belanda, tapi orang tua saya berasal dari Gorontalo. Keluarga saya juga banyak yang tinggal di Palu dan Gorontalo, baik dari pihak ayah maupun ibu,” ujar Zar kepada awak media, Sabtu (7/2).

Zar mengungkapkan, dirinya mulai mengenal dan menekuni olahraga padel sekitar empat tahun lalu di Amsterdam, Belanda, tempat kelahirannya.

Meski telah lama mengetahui olahraga tersebut, Zar baru benar-benar fokus dalam beberapa tahun terakhir.

“Sebenarnya saya sudah lama tahu tentang padel, tapi baru benar-benar menekuninya beberapa tahun terakhir,” katanya.

Keputusannya pindah ke Indonesia pun bukan tanpa alasan. Zar secara khusus datang untuk berkontribusi dalam pengembangan padel nasional dan telah menetap di Tanah Air selama sekitar dua tahun terakhir.

“Saya pindah ke Indonesia khusus untuk mengembangkan padel. Waktu pertama kali datang, saya sudah punya keluarga dan teman, terutama dari komunitas tenis, karena sebelumnya saya cukup sering ke Jakarta,” jelasnya.

Menurut Zar, perkembangan padel di Indonesia mengalami lonjakan signifikan sejak 2023. Federasi mulai aktif dan menggelar pertandingan , termasuk laga antara dan Indonesia.

Pada tahun 2025, Zar juga sempat membawa nama harum Indonesia di sejumlah bergengsi.

Terakhir, ia berhasil menembus perempat turnamen FIP Bronze Thailand 2025 bersama Malaysia, Christian Didier.

Zar Lasahido juga menjadi bagian dari timnas Padel Indonesia yang menorehkan debut di Asia Cup 2025 di Qatar.

“Artinya, fondasi prestasi itu sudah ada,” tegas Zar.

Dalam hal pembinaan atlet, Zar menilai latar belakang tenis menjadi modal besar bagi atlet yang ingin beralih ke padel.

“Kalau mau mencetak atlet padel dengan cepat, latar belakang tenis sangat membantu. Atlet tenis bisa beradaptasi dan menjadi kompetitif dalam waktu sekitar satu tahun. Berbeda dengan mereka yang belum punya latar belakang olahraga raket,” paparnya.

Meski masih aktif sebagai atlet, Zar kini juga mulai memfokuskan diri pada pengembangan padel di Indonesia.

“Target saya adalah menjadikan padel sebagai olahraga nomor satu di Indonesia,” katanya.

Khusus untuk Palu dan Sulawesi Tengah, Zar berharap masyarakat dapat mulai mengenal padel dari sisi rekreasinya terlebih dahulu.

“Mulai saja dari menikmati permainannya. Cari teman, main, dan rasakan keseruannya. Ke depan, saya juga berencana membuka akademi padel agar pembinaan berjalan dengan benar, dengan pelatih-pelatih yang kompeten, tidak hanya di Palu, tapi di seluruh Indonesia,” Zar.

Singkat

Nama: Zar Lasahido
Tempat, Tanggal Lahir: Amsterdam, Belanda, 8 Agustus 1989. (*)