Truestorysports – Real Madrid mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso sebagai pelatih tim utama menyusul kekalahan dari Barcelona pada partai final Spanyol yang digelar di Arab Saudi, Senin (12/1).

Melalui pernyataan resmi di situs klub pada Selasa (13/1), manajemen mengonfirmasi keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan sang pelatih.

“Real Madrid mengumumkan bahwa Xabi Alonso tidak lagi menjadi pelatih tim utama. Keputusan ini diambil atas dasar kesepakatan bersama antara kedua belah pihak,” tulis pernyataan klub.

Madrid turut menyampaikan rasa hormat dan apresiasi tinggi kepada Alonso, yang merupakan salah satu legenda klub. Manajemen menegaskan hubungan emosional antara Alonso dan Real Madrid akan tetap terjaga.

“Xabi Alonso akan selalu memiliki tempat istimewa di hati seluruh Madridista. Ia adalah legenda klub yang selalu merepresentasikan nilai-nilai Real Madrid. Klub ini akan selalu menjadi rumah baginya,” lanjut pernyataan tersebut.

Keputusan memecat Alonso diambil setelah performa tim dinilai tidak konsisten. Selain gagal meraih trofi Super Spanyol usai dikalahkan Barcelona, Madrid juga tertinggal empat poin dari rival abadinya itu di klasemen sementara LaLiga.

Xabi Alonso ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada 1 Juni 2025, menggantikan Carlo Ancelotti. Ia datang dengan reputasi mentereng setelah sukses besar bersama Bayer Leverkusen, termasuk meraih ganda domestik dan DFB-Pokal musim 2023/2024 serta membawa klub Jerman itu ke final Liga Europa.

Di masa jabatannya, Alonso sempat menunjukkan performa menjanjikan. Ia membawa Madrid menembus semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 dan mencatatkan 13 kemenangan dari 14 laga awalnya bersama tim utama. Satu-satunya kekalahan saat itu adalah hasil telak 2-5 dalam derbi Madrid melawan pada September 2025.

Namun, kekalahan 0-1 dari pada 4 November menjadi titik awal penurunan performa. Madrid hanya mampu meraih dua kemenangan dalam delapan pertandingan berikutnya. Meski sempat bangkit dengan kemenangan beruntun, manajemen klub menilai peningkatan tersebut belum cukup untuk mempertahankan Alonso di kursi pelatih.

Dengan kepergian Xabi Alonso, Real Madrid kini dihadapkan pada keputusan besar untuk menentukan sosok pelatih baru demi menjaga ambisi meraih gelar di sisa musim 2025/2026. (*)