Truestorysports – Setelah sempat tertunda sehari, PSSI akhirnya resmi memperkenalkan Herdman sebagai Timnas . Acara perkenalan tersebut berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa (13//2026) siang WITA.

Dalam sesi jumpa pers perdananya, pelatih asal Inggris itu melontarkan pernyataan menarik terkait ekspektasi besar publik terhadap Timnas Indonesia. Herdman menegaskan bahwa tekanan tinggi dari suporter bukanlah sebuah beban, melainkan sebuah keistimewaan.

“Ekspektasi fans memang sangat tinggi, tetapi bagi saya itu bukan kutukan atau beban. Justru itu adalah sebuah privilege, sebuah berkah,” ujar Herdman.

“Tekanan ini bisa dibagi bersama para pemain dan dijadikan sumber motivasi untuk berkembang.”

Herdman mencontohkan pengalamannya saat menangani Timnas . Ia mengingatkan bahwa Kanada sempat selama 36 tahun dari sebelum akhirnya berhasil , dan pencapaian tersebut tidak terjadi secara instan.

“Itu bukan sesuatu yang terjadi dalam satu malam. Itu adalah proses panjang. Indonesia sudah melangkah sangat jauh hingga tahun lalu dan hanya membutuhkan satu langkah lagi untuk mencapai level berikutnya,” katanya.

Pelatih berusia 50 tahun itu menegaskan bahwa keberhasilan Timnas Indonesia ke membutuhkan komitmen bersama, tidak hanya dari pelatih dan pemain, tetapi juga federasi.

“Ini adalah komitmen kolektif. Saya, para pemain, dan federasi harus mendorong satu sama lain untuk mencapai tujuan besar ini,” tegas Herdman.

Dengan pengalaman membawa Kanada dan sebelumnya Timnas Putri Inggris ke level dunia, John Herdman diharapkan mampu membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh di kancah internasional dan mewujudkan mimpi besar bola nasional. (*)