Namun, kemenangan atas Jepang hanyalah satu langkah menuju tantangan yang jauh lebih besar di partai final.

Iran, Raksasa Asia dengan Rekam Jejak Mengerikan

Lawan Indonesia di final adalah Iran, tim raksasa futsal Asia yang melaju ke partai usai menundukkan Irak dengan skor 4-2 pada babak semifinal. Kemenangan tersebut menegaskan kedalaman dan kualitas skuad Iran.

-gol Iran dicetak oleh Mohammad Derakhshani, Behrooz Azimi, Hossein Tayebi, dan Salar Aghapour, menunjukkan ancaman yang merata dari berbagai lini. Hossein Tayebi menjadi figur sentral dengan koleksi lima gol sepanjang turnamen, hanya terpaut satu gol dari Muhammad Osamanmusa dalam sementara.

Iran merupakan standar emas futsal Asia. Mereka telah mengoleksi 13 juara Futsal, termasuk gelar pada edisi 2024, jauh meninggalkan Jepang yang baru meraih empat trofi.

Dominasi Iran juga tercermin di level global. Berdasarkan per Desember 2025, Iran menempati peringkat kelima dunia, tertinggi di Asia, hanya berada di bawah , Portugal, Spanyol, dan Argentina.

Reputasi tersebut menjadikan Iran bukan sekadar favorit juara, melainkan tolok ukur kekuatan futsal internasional. Pengalaman mereka di -laga besar menjadi modal utama menghadapi Indonesia di partai final.

Bagi Indonesia, laga ini menjadi ujian sekaligus peluang. Ujian karena menghadapi tim dengan sejarah dan kualitas luar biasa, peluang karena kemenangan akan menjadi lompatan historis bagi futsal nasional.

Partai final akan digelar di Indonesia Arena pada Sabtu (7/2/2026), mulai pukul 19.00 WIB.