Palu, Truestorysport – Seleksi Provinsi menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur Panjat Tebing 2026 resmi melahirkan delapan atlet prioritas yang dipersiapkan mewakili Federasi Panjat Tebing Indonesia Sulawesi Tengah pada ajang nasional tahun ini.
Seleksi yang digelar Pengurus Provinsi FPTI Sulawesi Tengah tersebut berlangsung di Lalove Climbing Park, Kota Palu, pada 22 hingga 24 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan prestasi panjat tebing Sulawesi Tengah setelah sukses meraih medali pada Kejurnas KU 2024 dan 2025.
FPTI Sulawesi Tengah menilai regenerasi atlet muda harus terus dilakukan agar daerah tetap mampu bersaing di level nasional. Antusiasme peserta juga cukup tinggi dengan keikutsertaan 19 atlet dari tujuh kabupaten dan kota pada seleksi utama Kejurnas KU 2026.
Sementara try out atlet panjat tebing se-Sulawesi Tengah diikuti 45 peserta. Kota Palu, Sigi, dan Poso menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak dalam kegiatan tersebut.
Seleksi mempertandingkan nomor lead dan boulder kategori U-17 serta U-19 putra dan putri. Penilaian dilakukan berdasarkan akumulasi hasil di setiap babak guna menentukan atlet yang dinilai memiliki peluang terbesar meraih medali pada Kejurnas mendatang.
Dari hasil penilaian, Aryawan Yalesyudha Widodo asal Kota Palu menempati peringkat pertama daftar prioritas atlet Kejurnas 2026. Posisi berikutnya ditempati Angkasa Biru Pradista dari Kabupaten Poso dan Firgiyanto dari Kabupaten Parigi Moutong.
Sementara pada sektor putri, daftar prioritas diisi Naura Alia Nur Fitri dari Banggai, Nur Ananda Fadilah dan Farras Zahirah dari Sigi, serta Fauzia dari Parigi Moutong. Atlet Morowali, Samsir S, juga masuk dalam daftar prioritas nasional hasil seleksi tersebut.
Pengurus FPTI Sulawesi Tengah menjelaskan ranking prioritas akan menjadi dasar penentuan atlet yang diberangkatkan ke Kejurnas sesuai kuota pembiayaan yang tersedia.
Jika anggaran hanya memungkinkan pemberangkatan dua atlet, maka prioritas diberikan kepada peringkat pertama dan kedua. Namun atlet lain tetap memiliki peluang tampil apabila mendapat dukungan dari pengurus kabupaten atau kota masing-masing.
Meski pelaksanaan sempat terkendala cuaca karena venue berada di area outdoor, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Panitia juga mencatat sejumlah keterbatasan fasilitas pendukung seperti lighting, sound system, dan tenda sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.
FPTI Sulawesi Tengah berharap hasil seleksi ini mampu menjaga tren positif prestasi panjat tebing daerah sekaligus meningkatkan peluang Sulawesi Tengah meraih medali pada Kejuaraan Nasional Kelompok Umur 2026. (*)