Truestorysports – Dua tiket 2025 berhasil diamankan Senegal dan Mali usai menyingkirkan lawan masing-masing pada babak yang berlangsung Sabtu (3/1) hingga Minggu dini hari WITA.

Senegal tampil meyakinkan dengan kemenangan 3-1 atas Sudan, sementara Mali melaju secara dramatis setelah menundukkan Tunisia lewat adu penalti.

Senegal menjadi tim pertama yang memastikan tempat di perempat Afrika 2025. Bertanding di Grande Stade Tangier, tim berjuluk The Lions of Teranga bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan Sudan dengan skor 3-1.

Sudan sempat mengejutkan unggulan turnamen itu lewat gol cepat Aamir Abdallah pada menit keenam. Pemain Sudan tersebut memotong ke dalam pertahanan Senegal sebelum melepaskan tembakan kaki kiri melengkung yang dijangkau kiper Edouard Mendy.

Tersentak oleh gol cepat tersebut, Senegal langsung mengambil alih kendali permainan. Dominasi penguasaan bola akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-24.

Sadio merebut bola di lini tengah dan mengalirkannya kepada Pape Gueye, yang dengan tenang menuntaskan peluang untuk menyamakan kedudukan.

Pape Gueye kembali mencatatkan namanya di papan skor jelang turun minum. Berawal dari pergerakan Ismaila Sarr, bola diteruskan kepada sebelum dikembalikan ke tepi kotak penalti untuk diselesaikan Gueye dengan sepakan terukur. Senegal pun berbalik unggul 2-1 saat jeda.

Pada babak kedua, Senegal semakin menunjukkan kedewasaannya. Gol penutup dicetak oleh pemain pengganti berusia 17 tahun, Ibrahima Mbaye, pada menit ke-77. Mbaye pun masuk dalam pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Afrika, dengan Sadio Mane kembali berperan sebagai pemberi assist.

Sementara itu, drama tersaji pada laga Mali kontra Tunisia yang digelar di Casablanca. Mali memastikan tiket perempat final lewat kemenangan 3-2 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.

Mali harus berjuang keras setelah kehilangan Woyo Coulibaly yang diganjar kartu merah pada menit ke-26 akibat pelanggaran keras terhadap Hannibal Mejbri. Bermain dengan 10 orang, Mali lebih banyak dan mengandalkan serangan balik.

Tunisia baru memecah kebuntuan pada menit ke-88 melalui sundulan Firas Chaouat yang menyambut umpan Elias Saad.

Namun, kemenangan yang sudah di depan mata buyar setelah Mali mendapatkan penalti di masa injury time akibat handball Yassine Meriah. Lassine Sinayoko mengeksekusi penalti pada menit ke-97 dan memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Tunisia sempat mencetak gol di babak tambahan, namun dianulir karena posisi offside. Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti. Di momen krusial tersebut, kiper Mali Djigui Diarra tampil sebagai pahlawan dengan dua penyelamatan penting yang memastikan kemenangan 3-2.

Menariknya, Mali melaju ke perempat final tanpa meraih satu pun kemenangan di waktu normal sepanjang turnamen. Mereka sebelumnya hanya bermain imbang di fase grup dan kembali ditahan seri saat menghadapi Tunisia.

Hasil ini memastikan duel sesama wakil Afrika Barat pada babak perempat final. Senegal akan berhadapan dengan Mali di Tangier pada Jumat (9/1).

Sebagai juara Piala Afrika 2021, Senegal dijagokan, namun Mali dipastikan menjadi lawan tangguh dengan daya juang tinggi meski kerap berada di bawah tekanan.

Hasil Babak 16 Besar Piala Afrika 2025:

  • Senegal 3-1 Sudan
  • Mali 1-1 Tunisia (penalti 3-2)