Namun, gelar top skor itu nyaris tenggelam oleh drama final, kontroversi keputusan wasit, serta kegagalan penalti yang menentukan nasib Maroko.
Situasi ini semakin menambah catatan pahit bagi Diaz dalam beberapa bulan terakhir. Timnya Real Madrid, juga gagal mempersembahkan gelar Copa del Rey, setelah Los Blancos tersingkir sebelum mencapai tangga juara.
Dua kegagalan di level klub dan tim nasional membuat musim 2025/2026 terasa berat, meski dihiasi statistik individu yang mengesankan.
Sepatu Emas AFCON yang diraih Brahim Diaz akhirnya menjadi simbol paradoks: produktif dan gemilang secara personal, namun tanpa mahkota juara.
Prestasi itu tetap layak diapresiasi, tetapi final AFCON 2026 akan selalu diingat sebagai malam ketika kejayaan individu tak mampu menutupi kekecewaan kolektif. (*)