Namun, top skor itu nyaris tenggelam oleh drama final, kontroversi keputusan wasit, serta kegagalan yang menentukan nasib Maroko.

Situasi ini semakin menambah catatan pahit bagi dalam beberapa bulan terakhir. Timnya Real , juga gagal mempersembahkan gelar Copa del Rey, setelah Los Blancos tersingkir sebelum mencapai tangga juara.

Dua kegagalan di level klub dan tim membuat musim / terasa berat, meski dihiasi statistik individu yang mengesankan.

Sepatu yang diraih akhirnya menjadi simbol paradoks: produktif dan gemilang secara personal, namun tanpa mahkota juara.

Prestasi itu tetap layak diapresiasi, tetapi final AFCON 2026 akan selalu diingat sebagai malam ketika kejayaan individu tak mampu menutupi kekecewaan kolektif. (*)