, Truestorysports — Tarian kolosal bertajuk Pesona siap memeriahkan acara penutupan (FORNAS) VIII yang akan digelar di eks Bandara Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (1/8/) besok.

Tarian ini akan dibawakan oleh 14 penari dari Sanggar Seni Avoo Bulava, di bawah binaan koreografer Andi Rini Oktaviani. Angka 14 merepresentasikan keberagaman 12 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Tengah yang bersatu dalam harmoni budaya. Penampilan ini menjadi bentuk representasi semangat kebersamaan masyarakat Sulteng dalam menyambut tahun 2027 yang akan digelar di provinsi berslogan “Sulteng Nambaso” tersebut.

Setiap penari akan mengenakan busana tradisional khas masing-masing daerah di Sulawesi Tengah. Unsur visual akan diperkaya dengan penggunaan properti bendera dan kipas kain. Warna biru yang mendominasi menggambarkan kebijaksanaan dan kepercayaan, sementara warna kuning melambangkan kesakralan adat Suku Kaili sebagai suku utama di tanah Kaili, Sulteng.

“Pertunjukan ini akan menghadirkan kekayaan tradisi dan energi masyarakat Sulawesi Tengah yang kuat, berani, dan penuh suka cita. Ini menjadi bentuk sambutan kami terhadap pelaksanaan FORNAS IX yang akan datang,” ujar Andi Rini.

Tata musik dalam pertunjukan ini digarap oleh Rohansyah Production, dengan langsung oleh Sry Nirwanti Bahasoan dari komunitas Avoo Bulava. Tarian ini juga mendapat dukungan dan arahan dari Penasehat Sulteng untuk FORNAS, yakni Gubernur, Anwar Hafid.

Sebagai simbol estafet FORNAS, penutupan acara akan dirangkaikan dengan penyerahan bendera pataka dari tuan rumah kepada Sulawesi Tengah. Bendera tersebut akan diterima langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.

Selain penampilan tarian tradisional, acara penutupan juga akan dimeriahkan musisi Palu, Rival Himran, yang tampil bersama Island Vibes Reggae Party, serta penampilan spesial dari band legendaris Indonesia, Slank, yang akan menjadi penutup rangkaian FORNAS VIII. (*)