Truestorysport – Pep Guardiola mengungkap sisi pribadi yang jarang dibicarakannya selama masa-masa sulit di Manchester City. Dalam dokumenter Amazon Prime A Beautiful Obsession, Guardiola mengaku perpisahannya dengan Cristina Serra turut memengaruhi kondisi emosionalnya.
Guardiola dan Serra berpisah pada 2024 setelah hubungan mereka berjalan selama bertahun-tahun. Meski jarang membahas kehidupan pribadinya di depan publik, Guardiola sempat meluapkan emosinya di ruang ganti Manchester City setelah kekalahan 0-2 dari Juventus di Liga Champions.
Saat itu, City sedang mengalami periode buruk dengan tujuh kekalahan dalam 10 pertandingan.
Dalam rekaman dokumenter tersebut, Guardiola berbicara kepada para pemain mengenai pentingnya menemukan kembali gairah dalam kehidupan dan sepak bola.
Ia mengatakan bahwa dirinya telah berpisah dengan perempuan yang sangat dicintainya. Guardiola juga mengakui bahwa hubungan mereka kehilangan gairah meski rasa cinta masih ada.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan Guardiola dengan performa para pemainnya di lapangan. Ia meminta para pemain tidak sekadar bermain karena kontrak atau bayaran, tetapi karena memiliki gairah terhadap sepak bola.
Guardiola Belum Berencana Kembali Melatih
Guardiola meninggalkan Manchester City setelah menjalani masa kepemimpinan selama 10 tahun yang penuh kesuksesan.
Setelah meninggalkan Etihad Stadium, Guardiola juga disebut sempat menolak kesempatan untuk menangani tim nasional Italia.
Pelatih asal Spanyol tersebut mengisyaratkan bahwa dirinya belum terburu-buru kembali ke dunia kepelatihan.
Guardiola mengaku masih belum mengetahui apa yang akan dilakukannya berikutnya. Ia bahkan merasa kemungkinan kembali melatih dalam waktu dekat cukup sulit.
“Saya perlu menyegarkan kembali banyak hal yang terjadi dalam kehidupan pribadi dan profesional saya. Saya perlu menemukan diri saya dalam hal-hal yang berbeda,” ujar Guardiola.
Ia juga menyebut istilah Catalan “badar”, yang menggambarkan aktivitas duduk diam atau menikmati waktu tanpa terburu-buru.
Bagi Guardiola, mengambil waktu untuk berhenti sejenak menjadi salah satu hal yang ingin dilakukannya setelah meninggalkan Manchester City.