Truestorysport – Kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid ternyata tidak hanya dipicu oleh hasil pertandingan yang kurang memuaskan. Laporan media Spanyol mengungkap adanya konflik internal di ruang ganti, di mana sejumlah pemain secara terbuka menyampaikan kritik terhadap sang pelatih kepada manajemen klub.
Menurut laporan Cadena SER, tujuh pemain tim utama Real Madrid dilaporkan mengajukan keluhan langsung kepada jajaran manajemen, termasuk Presiden klub Florentino Perez, sejak November 2025. Kritik tersebut berkaitan dengan metode kepelatihan, komunikasi, hingga pendekatan taktik Alonso.
Situasi ini disebut menciptakan ketegangan yang berkepanjangan di ruang ganti Los Blancos. Bahkan, staf kepelatihan Xabi Alonso dikabarkan sudah mengetahui adanya semacam “mosi tidak percaya” dari para pemain jauh sebelum keputusan resmi pemutusan kerja sama diumumkan.
Meski identitas ketujuh pemain tersebut tidak diungkap ke publik, mereka diyakini merupakan pemain inti yang memiliki pengaruh besar di dalam tim. Ketidakharmonisan ini membuat suasana internal Madrid semakin tidak kondusif, terutama di tengah tuntutan tinggi klub untuk meraih gelar.
Xabi Alonso sendiri baru menangani Real Madrid selama sekitar tujuh bulan. Ia sempat membawa Madrid tampil kompetitif dan memimpin klasemen La Liga pada fase awal musim. Namun, performa tim yang menurun dalam laga-laga krusial, termasuk kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, menjadi titik balik nasibnya.
Perpecahan antara pelatih dan pemain dinilai mempercepat keputusan manajemen untuk mengakhiri kerja sama. Real Madrid akhirnya memilih melakukan perubahan demi menjaga stabilitas tim dalam sisa musim kompetisi.
Sejumlah laporan juga menyebut bahwa beberapa rumor konflik personal dibesar-besarkan. Salah satunya datang dari Jude Bellingham, yang secara terbuka membantah terlibat dalam gerakan menentang Alonso dan menyebut isu tersebut sebagai informasi keliru.
Dengan berakhirnya era singkat Xabi Alonso, Real Madrid kini memasuki fase baru dengan harapan dapat memulihkan keharmonisan ruang ganti serta menjaga peluang bersaing di La Liga dan kompetisi Eropa. (*)