Palu, Truestorysports – Dunia pelajar Sulawesi Tengah kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga siswa berhasil lolos mewakili ini dalam ajang (GSI) SMP Tingkat Nasional 2025, yang akan digelar pada 19–30 Oktober 2025 di Kabupaten , Jawa Barat.

Ketiga tersebut adalah, Zhaid Faidzan Rajaky (SMP Negeri Palu) – penjaga gawang, Fahrul (SMP Negeri 2 Balaesang, Kabupaten Donggala) – pemain , dan Jimmy Julio Kertawidjaya (SMP Negeri 1 Pamona , Kabupaten Poso) – pemain bertahan.

Ketiganya akan bergabung bersama 61 pemain dari seluruh Indonesia dalam kegiatan Training Center (TC) GSI SMP Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Koordinator GSI Sulawesi Tengah, Warsita, menyampaikan apresiasi dan selamat kepada para pemain yang berhasil menembus seleksi nasional tersebut.

“Selamat bagi yang telah terpilih menjadi perwakilan Sulawesi Tengah. Segera siapkan berkas pendukung dan administrasi sesuai petunjuk panitia pusat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan oleh panitia pusat berdasarkan penilaian video permainan yang dikirim oleh masing-masing pemain.

“Pemilihan ini dilakukan langsung oleh panitia pusat melalui penilaian video, bukan hasil seleksi daerah,” tambah Warsita.

Selain tiga pemain muda tersebut, kontingen Sulawesi Tengah juga akan didampingi oleh pelatih daerah yang turut dipanggil oleh panitia nasional, yakni Ulhaq, asal Kabupaten Donggala.

Kegiatan TC GSI Nasional 2025 akan dipusatkan di Lorin Sentul Hotel, Kabupaten Bogor, dengan sesi latihan dan pertandingan digelar di ASIOP Training Ground Sentul dan Lapangan Ayo Arena.

Seluruh biaya transportasi, akomodasi, serta konsumsi peserta ditanggung oleh Pusat Prestasi Nasional.

GSI SMP merupakan ajang pembinaan sepak bola pelajar tingkat nasional yang digelar secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berupaya memperkuat pondasi persepakbolaan Indonesia dengan melibatkan bakat-bakat muda potensial dari berbagai daerah.

Warsita berharap, para pemain dan pelatih dapat menjaga semangat, disiplin, serta membawa nama baik Sulawesi Tengah di tingkat nasional.

“Ini bukan sekadar , tapi kesempatan belajar, berproses, dan menunjukkan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama daerah,” tutupnya. (*)