Palu,truestorysport- Tri Fachryanti Ramadhana Indra, atlet karate berbakat asal , menorehkan prestasi gemilang di ajang ASEAN University Games .

Ia berhasil meraih dalam nomor kumite putri untuk Tim Nasional di Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur.

Pencapaian ini menjadi bukti dedikasi dan semangatnya yang pantang menyerah. Sejak terjun ke dunia karate saat masih duduk di bangku dasar pada tahun 2012, Tri telah menunjukkan kegigihannya dalam menghadapi berbagai rintangan.

Meskipun dihadapkan dengan tantangan ekonomi yang berat, Tri tidak pernah kehilangan semangatnya. Ia berjualan di pantai dan bekerja di warung setiap harinya untuk membantu orang tuanya.

“Saya berjualan untuk membantu Ibu saya. Saya juga bekerja di warung, jadi setiap habis , saya langsung berjualan di warung milik Mas Joko, di pantai saya berjualan hanya pada hari Minggu saja,” ungkap Tri.

Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Tri adalah contoh nyata ketangguhan dalam menghadapi segala rintangan.

Pasca gempa pada tahun 2018, Tri dan keluarganya berjuang keras untuk membangun kembali stabilitas ekonomi keluarganya.

Membawa nama baik Sulawesi Tengah melalui prestasinya dalam dunia olahraga adalah impian Tri.

Namun, ambisinya tidak berhenti disitu. Ia memiliki cita-cita untuk bergabung dengan TNI dan menjadi seorang Kowad.

“Sejak dulu saya bercita-cita untuk bergabung dengan TNI, menjadi seorang kowad,” ucap Tri dengan tekad yang bulat.

Tri berharap agar perhatian lebih besar diberikan kepada para atlet Sulawesi Tengah, guna menjamin masa depan mereka.

Pelatihnya, Muh. , berharap prestasi gemilang Tri di ASEAN University Games akan memberikan motivasi tambahan untuk meningkatkan performa di PON Aceh-Sumut XXI dan meraih emas disana.

“Semoga prestasi ini di tingkatkan, kita optimis ukir sejarah raih medali emas di PON mendatang,” ucap Jojo Muh. Kasim.