Truestorysport – Di usia yang masih belia, Shiddiq Alfarizi Fahrin, 13 tahun, sudah berhasil menorehkan namanya di dunia bulutangkis Indonesia.
Pebulu tangkis cilik asal Toli-Toli, Sulawesi Tengah, itu kini menempati peringkat satu nasional PBSI di sektor ganda pemula putra. Namun, perjalanan menuju puncak tidaklah mudah.
Awal Perjuangan
Perjuangan Shiddiq dimulai sejak kelas tiga SD. Pada 2022, ia mengikuti seleksi PB Djarum dengan didampingi sang ayah, Fahrin Ali. Sayangnya, langkahnya harus terhenti di babak penyisihan.
“Awalnya kecewa, tapi kami tidak menyerah,” kenang Fahrin Ali.
Tak putus asa, Shiddiq kemudian mencoba peruntungan di PB Jaya Raya. Meski awalnya hanya mengikuti beberapa gim, kerja kerasnya membuahkan hasil.

Pada Oktober 2022, ia resmi menerima beasiswa khusus kelas usia dini yang berlangsung selama dua bulan. Setelah masa beasiswa berakhir, kemajuannya terus dipantau oleh pelatih sebelum akhirnya kembali ke kampung halaman di Toli-Toli.
Gigih dan Konsisten
Pada akhir Desember 2024, Shiddiq yang sekolah daring (dalam jaringan) di SDN 1 Tinabogan kembali ke PB Jaya Raya hingga kini. Meski jauh dari orang tua, semangat dan dedikasinya tetap membara.
Keahliannya di sektor ganda selalu membuatnya menonjol: ia rutin keluar sebagai juara dan menembus peringkat satu nasional ganda anak.