Truestorysport – Bursa transfer putaran kedua BRI Super League 2025/2026 menjadi momentum penting bagi Borneo FC Samarinda untuk memperkokoh fondasi tim.
Setelah melalui evaluasi menyeluruh, manajemen Pesut Etam tak ingin menyia-nyiakan kesempatan memperkuat skuad demi menjaga peluang meraih prestasi tertinggi musim ini.
Saat ini, Borneo FC menempati posisi kedua klasemen sementara dengan raihan 37 poin, hanya terpaut satu angka dari Persib Bandung di puncak klasemen.
Kondisi tersebut membuat persaingan menuju jalur juara masih sangat terbuka, namun menuntut konsistensi dan kesiapan tim dalam menghadapi fase krusial kompetisi.
Manajer tim Borneo FC, Dandri Dauri, menilai pembenahan skuad merupakan proses yang wajar dan hampir selalu terjadi dalam perjalanan sebuah klub, terutama ketika kompetisi memasuki periode penentuan.
“Dari hasil pemikiran manajemen dan pelatih tentu sudah melalui kesepakatan demi yang terbaik. Dari sisi pelatih ada pertimbangan teknis, dan kepergian dua pemain bisa saja dikategorikan karena kontribusinya belum maksimal,” ujar Dandri dilansir dari laman resmi I League.
Ia menegaskan manajemen sepenuhnya mendukung keputusan tim pelatih dan siap mencari solusi terbaik, termasuk mendatangkan pemain pengganti jika diperlukan.
“Sebagai manajemen, saya mendukung penuh dan berusaha mencari solusi, apakah dengan pemain pengganti atau langkah lain. Kita masih menunggu hasil evaluasi terakhir sebelum laga 23 Januari 2026,” imbuhnya.
Posisi Borneo FC di papan atas klasemen membuat peluang juara tetap terbuka, namun Dandri menekankan pentingnya kerja keras dan konsistensi tinggi untuk menjaga momentum.
“Sejak awal musim saya sudah menegaskan bahwa kombinasi pemain muda, senior, dan pemain baru adalah bagian dari regulasi. Itu semua merupakan hasil kerja keras yang siap kita perjuangkan,” tutur Dandri.
Keberhasilan menutup putaran pertama kompetisi pun disyukuri oleh manajemen. Namun, hal itu tidak membuat tim berpuas diri. Borneo FC disebut harus terus berbenah agar daya saing tetap terjaga hingga akhir musim.
“Kesempatan untuk naik ke posisi pertama masih terbuka. Jika kita terus berbenah dan melengkapi kekuatan tim, bukan tidak mungkin posisi dua ini bisa bertahan atau bahkan naik ke peringkat satu. Apalagi musim depan kompetisi hanya memberikan tiket Asia untuk peringkat satu dan dua,” lanjutnya.
Menurut Dandri, tantangan terbesar bagi klub papan atas adalah menjaga performa di tengah padatnya agenda kompetisi yang berpotensi dihadapi tim-tim di jalur juara.
“Ini menjadi pemikiran berat dan fondasinya harus dibangun dari sekarang,” pungkasnya. )
