Truestorysports – PSM tengah berada dalam periode sulit di BRI League 2025/. Setelah sempat mencatat start menjanjikan pada September dan November dengan torehan kemenangan dan satu hasil imbang, performa Pasukan Ramang justru merosot tajam dalam tiga laga terakhir. Teranyar, PSM kembali menelan kekalahan usai takluk 2- dari Borneo FC Samarinda.

Kekalahan tersebut melengkapi catatan buruk sebelumnya saat PSM lebih dulu tumbang dari FC dan Persib Bandung. Pola kekalahan pun relatif serupa: inkonsistensi permainan dan kegagalan memaksimalkan peluang menjadi masalah utama yang berulang.

PSM Makassar, Tomas Trucha, secara terbuka mengakui kelemahan timnya. Ia menilai anak asuhnya belum mampu menjaga performa sepanjang 90 menit pertandingan.

“Kami kesulitan bermain di level terbaik selama 90 menit. Tidak konsisten. Saat melawan Malut dan Persib, situasinya sama. Melawan Borneo FC, kami sebenarnya punya dua atau tiga peluang emas, tetapi menyelesaikannya,” ujar Tomas.

Dominan di Awal, Loyo di Akhir

Dalam laga kontra Borneo FC, PSM sejatinya memulai pertandingan dengan ideal. Gol cepat pada menit ke-2 membuat Juku Eja unggul lebih dulu dan tampil dominan di babak pertama, baik dalam menyerang maupun bertahan.

Namun, performa tersebut tak berlanjut di babak kedua. PSM kerap gagal membangun serangan dengan rapi dan tampak kurang tenang saat menghadapi serangan balik cepat Pesut Etam. Situasi ini memaksa lini belakang melakukan sejumlah pelanggaran yang berujung kartu kuning.

Borneo FC akhirnya mampu membalikkan keadaan lewat dua gol sundulan Joel Vinicius pada menit ke-68 dan ke-87. Kedua gol lahir dari skema serangan yang sama, yakni umpan silang dan duel udara—area yang kembali menjadi titik lemah PSM.