Palu, Truestorysport – Keberhasilan Academy 168 Basketball meraih gelar juara 1 kategori KU 8 pada ajang MDS 2026 menjadi bukti pembinaan usia dini yang berjalan positif di Kota Palu. Tim yang dihuni para pebasket cilik tersebut tampil penuh semangat dan menunjukkan perkembangan permainan yang menjanjikan.
Di balik keberhasilan itu, terdapat kisah perjuangan dan kecintaan terhadap basket dari para pemain muda Academy 168 yang mulai menekuni olahraga tersebut sejak usia dini.
Azarious Aldrich Lie, Ketagihan Basket Sejak Ikut Kakaknya Berlatih

Azarious Aldrich Lie, siswa kelas 2 SD Stella Gracia School, mulai mengenal basket sejak usia enam tahun. Awalnya, Aldrich hanya ingin mencoba latihan sambil menemani kedua kakaknya yang juga berlatih basket.
Namun seiring waktu, ia justru semakin menyukai olahraga tersebut. Bahkan, Aldrich kerap bermain sendiri di rumah sambil mengulang gerakan-gerakan yang diajarkan pelatih saat latihan.
Semangat dan konsistensinya dalam berlatih membuat kemampuan Aldrich terus berkembang bersama Academy 168 Basketball.
Hector Benjamin Oscar, Semangat Berlatih karena Dukungan Lingkungan Academy

Pemain muda lainnya adalah Hector Benjamin Oscar dari Stella Gracia School. Hector mulai berlatih basket sejak usia enam tahun. Sejak kecil, ia memang dikenal menyukai berbagai aktivitas olahraga.
Ketertarikannya terhadap basket muncul saat melihat sang kakak mengikuti latihan basket. Hector kemudian ikut bergabung dan hingga kini tetap bersemangat menjalani latihan bersama Academy 168 Basketball.
Menurut keluarganya, Hector merasa nyaman berlatih di Academy 168 karena memiliki banyak teman dan didukung para pelatih yang selalu memberikan motivasi kepada para pemain muda.
Greyson Rui Djaelangkara, Tinggalkan Bulutangkis Demi Basket

Berbeda dengan pemain lainnya, Greyson Rui Djaelangkara atau Rui awalnya menekuni olahraga bulutangkis. Namun karena memiliki jiwa kompetitif tinggi, Rui mulai merasa bosan dan mencoba olahraga lain.
Basket kemudian menjadi pilihannya setelah mengikuti teman-temannya di sekolah. Saat ditawari bergabung dengan Academy 168 oleh orang tuanya, Rui langsung tertarik.
Lingkungan latihan yang positif serta dukungan antar pemain membuat Rui semakin menikmati proses latihan dan berkembang bersama Academy 168 Basketball.
Levina Lim, Pebasket Putri yang Antar Tim KU 8 Raih Gelar Juara

Satu-satunya pemain putri dalam tim tersebut, Levina Lim dari SD Gamaliel Kota Palu, juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan Academy 168 KU 8 meraih juara.
Levina mulai menunjukkan minat terhadap basket sejak usia lima tahun. Di rumah, ia sering bermain dan melakukan dribble bola basket sendiri. Saat duduk di kelas 1 SD pada usia enam tahun, Levina mulai menjalani latihan di 168 Basketball Club hingga sekarang.
Ajang MDS 2026 menjadi pengalaman pertamanya tampil di kategori KU 8. Meski baru pertama kali bertanding di level tersebut, Levina bersama timnya mampu tampil impresif dan sukses meraih gelar juara 1.
Keberhasilan Academy 168 KU 8 di MDS 2026 menjadi gambaran lahirnya generasi baru pebasket muda Sulawesi Tengah. Dukungan keluarga, lingkungan latihan yang positif, serta pembinaan sejak dini menjadi modal penting dalam mencetak atlet-atlet potensial di masa depan. (*)