Truestorysport – Duka mendalam menyelimuti sepak bola Indonesia. Kuncoro, asisten pelatih Arema FC yang berkiprah di BRI Super League 2025/2026, meninggal dunia saat mengikuti rangkaian kegiatan perayaan 100 tahun Stadion Gajayana, Kota Malang.
Agenda yang semula berlangsung penuh sukacita mendadak berubah menjadi suasana haru. Kepergian Kuncoro meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Arema FC, Aremania, serta insan sepak bola nasional, termasuk klub-klub yang pernah ia bela sepanjang karier profesionalnya.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sosok yang akrab disapa Cak Kun tersebut. Ia mengenang Stadion Gajayana sebagai saksi perjalanan panjang hidup dan karier Kuncoro.
“Kami semua sangat shock dan terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat dia merajut mimpi masa mudanya. Dan hari ini, Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun stadion ini,” ujar Inal dilansir dari laman I League.
“Beliau pulang dalam keadaan bahagia, berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya di lapangan,” tambahnya.
Karir Pemain dan Kepelatihan
Nama Kuncoro memang sangat lekat dengan Arema FC. Ia memperkuat klub kebanggaan Malang Raya tersebut pada periode 1991 hingga 1996, sebelum melanglang buana membela sejumlah klub besar Tanah Air.
Selain Arema, Kuncoro pernah memperkuat Mitra Surabaya, Persija Jakarta, Gelora Putra Delta, Persik Kediri, PSIR Rembang, serta PSM Makassar.
Bersama PSM Makassar, Kuncoro turut menorehkan salah satu prestasi penting dalam kariernya dengan menjadi bagian skuad juara Liga Indonesia 1999/2000, sebuah gelar bersejarah bagi Juku Eja.