Palu, Truestorysport – Tak hanya berjaya di kategori KU-12, tim KU-10 Academy 168 Basketball juga menunjukkan kualitasnya sebagai gudang calon pebasket masa depan Sulawesi Tengah.
Pada ajang MDS 2026 yang berlangsung belum lama ini, para pemain muda Academy 168 sukses menorehkan prestasi dengan meraih gelar juara sekaligus membuktikan perkembangan pesat pembinaan usia dini bola basket di Kota Palu.
Deretan pemain muda berbakat yang memperkuat tim KU-10 tampil impresif dan mulai mencuri perhatian berkat kemampuan, semangat latihan, serta sederet prestasi yang telah mereka raih di usia yang masih sangat muda.
Fawwaz Fahad Balcher, Langganan Juara dan MVP
Salah satu pemain potensial Academy 168 adalah Fawwaz Fahad Balcher, siswa kelas 4 SD Bumi Bahari Kota Palu. Ketertarikannya terhadap basket muncul sejak duduk di kelas 1 SD karena sering melihat sang kakak berlatih basket.

Pada usia 8 tahun, Fawwaz mulai mengikuti pertandingan meski kala itu belum banyak teman seusianya yang berlatih di Academy 168. Ia bahkan sempat bermain bersama pemain yang lebih senior hingga akhirnya terbentuk tim KU-8 setelah jumlah pemain seusianya semakin banyak.
Bakatnya mulai terlihat saat berhasil meraih juara 1 sekaligus menyabet gelar Most Valuable Player (MVP) di kategori KU-8. Kini di usia 10 tahun, Fawwaz telah mengoleksi berbagai medali dan trofi juara dari sejumlah kejuaraan basket yang diikutinya.
Travis Asher Holing, Tumbuh dari Lingkungan Basket
Pemain lainnya, Travis Asher Holing, juga menjadi salah satu andalan Academy 168. Siswa kelas 4 Stella Gracia School dengan nomor punggung 80 itu mengenal basket dari sang ayah yang merupakan pecinta olahraga bola basket.
Kecintaan ayahnya terhadap basket bahkan diwujudkan dengan membangun lapangan basket di rumah. Dari lingkungan tersebut, Travis tumbuh menjadi anak yang sangat dekat dengan olahraga basket.

Selain rutin berlatih di Academy 168, Travis juga menjalani latihan privat bersama pelatih di rumah untuk meningkatkan kemampuannya. Kerja keras itu membuahkan hasil dengan sederet prestasi dan trofi juara 1 di berbagai turnamen KU-10.
Laureen Gissele Langelo, Bukti Semangat Pantang Menyerah
Di tengah dominasi pemain putra, Laureen Gissele Langelo menjadi salah satu pebasket putri muda yang menunjukkan semangat luar biasa. Siswi kelas 4 SD Gamaliel Palu itu mulai tertarik bermain basket setelah melihat kakaknya berlatih.

Perjalanannya tidak mudah. Awalnya, sang ayah belum memberikan izin karena saat itu kategori basket putri usia dini belum banyak tersedia. Namun Gissele terus menunjukkan keseriusannya hingga akhirnya mendapat izin untuk berlatih.
Seiring munculnya kategori KU-8, KU-10, dan KU-12 dengan format campuran putra-putri, Gissele mulai aktif mengikuti latihan dan pertandingan. Meski saat itu jumlah pemain putri masih sangat sedikit, ia tetap tekun berlatih hingga kini berhasil meraih berbagai trofi dari sejumlah kejuaraan.
Kingsley Tristan Benawan, Dari Sepak Bola ke Basket

Kingsley Tristan Benawan juga menjadi salah satu pemain muda berbakat Academy 168. Siswa kelas 4 SD Stella Gracia School dengan nomor punggung 7 itu awalnya lebih menyukai sepak bola.
Namun ketertarikannya pada basket muncul setelah melihat teman-teman sekolahnya berlatih di Academy 168 sekitar tahun 2024. Karakternya yang lincah dan aktif membuatnya cepat berkembang di lapangan.
Pada tahun 2025, Kingsley mulai rutin mengikuti berbagai pertandingan dan berhasil mengoleksi sejumlah trofi mulai dari juara 3 hingga juara 1.
Jodri Patrick Rumimpunu, Tekun Tambah Skill Lewat Latihan Privat
Sementara itu, Jodri Patrick Rumimpunu yang juga duduk di kelas 4 Stella Gracia School mulai berlatih basket sejak tahun 2024. Pemilik nomor punggung 38 itu tertarik bermain basket karena melihat kedua kakaknya dan teman-teman sekolahnya aktif berlatih.

Untuk meningkatkan kemampuan, Jodri juga mengikuti beberapa sesi latihan privat bersama pelatih. Semangat dan motivasinya yang tinggi perlahan membuahkan hasil dengan keberhasilannya meraih juara 1 di sejumlah kejuaraan bola basket.
Keberhasilan tim KU-10 Academy 168 di MDS 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan usia dini yang konsisten mampu melahirkan atlet-atlet potensial. Dengan semangat latihan dan dukungan keluarga, para pemain muda ini diharapkan dapat menjadi generasi penerus bola basket Sulawesi Tengah di masa mendatang. (*)