Palu, Truestorysport – Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah, Andi Nur B. Lamakarate, membuka Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulteng di Palu, Kamis (5/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Andi Nur menekankan pentingnya pembenahan data atlet sebagai salah satu fondasi utama dalam menentukan arah pembinaan olahraga di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, KONI tidak ingin penentuan cabang olahraga (cabor) unggulan hanya berdasarkan klaim atau laporan dari pengurus cabor. Setiap atlet dan prestasi harus memiliki data yang jelas dan dapat diverifikasi.
“Sulit kita bicara prestasi kalau data kita tidak benar,” tegas Andi Nur.
Ia mengungkapkan, KONI menemukan adanya sejumlah klaim prestasi atlet yang tidak sesuai dengan data yang dimiliki. Karena itu, pembenahan database atlet menjadi salah satu perhatian KONI dalam menyusun strategi pembinaan.
Andi Nur mengatakan KONI tengah mendorong sistem database atlet yang lebih terbuka dan terintegrasi. Data dasar atlet nantinya dapat dihimpun secara daring, sementara data teknis tertentu tetap dikelola secara internal.
Andi Nur menjelaskan, penetapan cabor unggulan harus menggunakan indikator yang terukur. Atlet yang memiliki rekam prestasi dan potensi untuk bersaing di tingkat nasional akan menjadi bagian dari prioritas pembinaan.
Ia menyebut terdapat sejumlah cabor yang masuk dalam kategori unggulan KONI Sulteng. Penetapan tersebut, kata dia, tidak boleh semata-mata berdasarkan permintaan atau klaim dari pengurus cabang olahraga.
“Jadi indikator kami untuk merumuskan cabor unggulan itu berdasarkan data,” ujarnya.
Kebijakan tersebut menjadi penting di tengah kondisi anggaran yang menuntut KONI melakukan efisiensi. Karena itu, KONI harus selektif dalam menentukan program yang akan mendapatkan prioritas.
“Dengan efisiensi anggaran ini kami betul-betul harus selektif,” katanya.
Menurut Andi Nur, KONI tidak mungkin menjalankan seluruh program secara bersamaan dengan dukungan anggaran yang terbatas. Karena itu, program prioritas harus benar-benar diarahkan kepada atlet dan cabor yang memiliki peluang memberikan prestasi.
Ia pun berharap nantinya PBSI Sulawesi Tengah bisa masuk cabor unggulan terlebih sangat populer di masyarakat.
“PBSI Sulteng penataan organisasinya sudah bagus. Sisa diperkuat oleh pengurus di Kabupaten Kota,” katanya.