Truestorysport – Injilio Barau baru berusia 8 tahun dan masih duduk di bangku sekolah kelas 2 SD Tinompo, namun soal nyali putra dari Cris Barau dan Tinevi Tamehi diatas rata rata anak seumurannya.
Ratusan kilometer lintasan arena grasstrack sudah dilaluinya sejak pertama kali berlaga di Bhayangkara Grasstrack Motocross Juli 2025 di Sirkuit Kawan ET Korowou – Morowali Utara. “Waktu itu Injilio mengendarai motor matic 50 cc. Yang penting rasa penasarannya terobati,” kenang Cris Barau anggota Polri yang sehari-hari bertugas di Polsek Lembo sebagai Kanit Intel.
Dari rasa penasaran, Injilio kemudian meminta orangtuanya mengganti motor tunggangannya untuk kapasitas mesin yang lebih besar.
“Sempat ragu awalnya karena kalau cc motor lebih besar takutnya Injilio nanti dibawa lari motor. Tapi senior-senior pembalap di Morut justru mendorong Injilio punya tunggangan lebih besar kalau mau berprestasi. Akhirnya motor awal kita jual untuk cari motor baru dengan kapasitas mesin 130 CC,” ujar Cris.
Selain di Morut, Injilio akhirnya berkeliling iven serupa di Kabupaten Sigi, Morowali dan Banggai bersama Puncak 31 YAC Bisoku Polres Morut Racing Team dengan sejumlah penghargaan atas kemampuannya.
Jika tak ada aral melintang, langkah Injilio bakal memasuki tahapan baru. Setelah sebelumnya hanya berlaga di arena kejuaraan terbuka di Sulawesi Tengah, tanggal 26-28 Juni mendatang Injilio akan berlaga pada iven kejuaraan nasional (kejurnas) Grasstrack Region 5 putaran 2 di Manado Sulawesi Utara (Sulut).
“Injilio akan turun berlaga pada 3 Kelas, Kelompok Umur Mini Trail 10 tahun, Mini Trail Kelompok Umur 13 tahun, serta Mini Trail Non SE Umur 12 tahun,” kata Cris yang selalu mendampingi buah hatinya kemanapun bertanding.
Selesai dari Sulawesi Utara, Injilio kembali akan berlaga di Buol pada 4-5 Juli Kejuaraan Region 5 putaran 3, kejuaraan dalam rangka HUT Bhayangkara.
“Anggap saja ini liburan sambil mengasah kemampuan dan jiwa bertarung. Kami bersyukur karena Injilio didampingi tim yang peduli dan mengerti dunia grasstrack serta arena latihan yang bisa digunakan setiap saat,” ujar Cris.
Injilio sendiri dengan polos hanya menjawab jika yang paling penting ikut balapan kalau dikasih kesempatan.
“Pokoknya bertanding dulu, juara itu paati datang sendiri asal baku bage dulu di sirkuit. Parcuma latihan kalau tidak bertanding. Iya kan om ?” jawabnya sambil bertanya saat ditanya apa targetnya ke depan.
Injilio hari ini paling tidak sudah membuktikan diri sebagai pembalap cilik Morut yang sudah berani melangkah hingga iven Kejurnas, termasuk sudah mengantongi Kartu Ijin Start (KIS) IMI Sulteng. (*)