Truestorysport – Insiden antara Marco Bezzecchi dan seorang marshal pada Sprint Race MotoGP Ceko 2026 menjadi perhatian besar dunia balap. Meski sempat terkejut setelah mendapat dorongan dari pembalap Aprilia tersebut, sang marshal memilih memahami situasi dan menerima permintaan maaf Bezzecchi.
Marshal bernama Ladislav itu akhirnya buka suara terkait kejadian yang berlangsung di Sirkuit Brno. Ia menegaskan tidak menyimpan rasa marah kepada Bezzecchi dan menilai insiden tersebut terjadi akibat situasi yang berlangsung sangat cepat di lintasan.
Peristiwa bermula ketika Bezzecchi mengalami kecelakaan hanya dua lap sebelum balapan sprint berakhir. Setelah terjatuh, pembalap asal Italia itu berusaha kembali ke motornya yang masih berada di area lintasan. Dalam tayangan yang beredar, terlihat terjadi kontak fisik antara Bezzecchi dan marshal yang sedang berusaha menangani motor tersebut.
Aksi tersebut kemudian memicu kontroversi besar. Bezzecchi akhirnya mendapat hukuman dari penyelenggara MotoGP berupa larangan tampil pada balapan utama Grand Prix Ceko sebagai bentuk sanksi disiplin.
Ladislav menjelaskan bahwa dirinya saat itu hanya menjalankan prosedur keselamatan. Ia mencoba mengamankan motor Bezzecchi yang masih dalam kondisi menyala, namun situasi berubah ketika motor tiba-tiba bergerak.
“Saya baik-baik saja. Saat itu saya memang cukup terkejut. Ketika video tersebut tersebar dan dilihat banyak orang di seluruh dunia, saya sempat merasa terpukul karena ini pengalaman yang sangat baru bagi saya,” ujar Ladislav.
Ia kemudian menceritakan kronologi kejadian dari sudut pandangnya.
“Saya hanya melakukan tugas saya. Saya mendekati motor dan mengangkatnya. Saya menekan kopling karena motor masih hidup, tetapi motor mulai bergerak. Saya ingin meletakkannya kembali, lalu putaran mesin meningkat. Mungkin dia berpikir saya melakukannya dengan sengaja, padahal itu murni sebuah kecelakaan,” jelasnya.
Setelah kejadian tersebut, Bezzecchi langsung menyampaikan permintaan maaf. Pembalap Aprilia itu bahkan menemui Ladislav secara langsung untuk meminta maaf secara pribadi.
“Ya, saya sudah melihat permintaan maafnya. Dia juga datang menemui saya secara langsung. Saya memahami situasinya dan saya mendoakan yang terbaik untuknya,” kata Ladislav.
Sementara itu, CEO Aprilia Massimo Rivola juga menyampaikan permintaan maaf kepada marshal yang terlibat. Ia menegaskan tim tidak membenarkan tindakan tersebut, meski sempat mempertanyakan beratnya hukuman yang diberikan kepada Bezzecchi.
Aprilia akhirnya menerima keputusan resmi MotoGP dan memilih mengalihkan fokus untuk menghadapi seri berikutnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tekanan dan emosi tinggi di dunia MotoGP tetap harus dikendalikan. Di tengah persaingan ketat musim 2026, keselamatan serta rasa hormat kepada para marshal yang bertugas di lintasan tetap menjadi hal utama.