Truestorysport – Nama Vozinha mendadak menjadi perbincangan dunia setelah penampilan heroiknya membantu menahan Spanyol pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026. Kiper veteran berusia 40 tahun itu tampil luar biasa di bawah mistar dan menjadi aktor utama di balik hasil imbang 0-0 yang diraih negara debutan tersebut.

Menghadapi salah satu favorit juara turnamen, Vozinha menunjukkan ketenangan dan pengalaman yang luar biasa. Ia mencatatkan tujuh penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang emas Pedri, , hingga Mikel Oyarzabal.

Berkat aksi gemilangnya, Cape Verde sukses meraih pertama sepanjang sejarah penampilan mereka di putaran final Piala Dunia.

Usai pertandingan, Vozinha mengaku momen tersebut merupakan puncak dari perjalanan panjang yang telah ia tempuh sepanjang kariernya.

“Saya bekerja keras sepanjang hidup saya untuk ini, untuk momen ini, untuk mimpi ini,” kata Vozinha kepada FOX .

Kiper yang memiliki nama asli Josimar José Évora Dias itu mengaku keberhasilan Cape Verde tampil di Piala Dunia bukan hanya milik saat ini, tetapi juga milik generasi-generasi sebelumnya yang gagal mewujudkan impian tersebut.

“Banyak generasi di masa lalu memimpikan ini, mereka tidak mencapainya. Banyak mantan tim nasional kami yang menginginkan momen ini. Sekarang mimpi itu telah menjadi kenyataan,” ujarnya.

Dari Negara Kecil ke Panggung Dunia

Cape Verde merupakan negara kepulauan kecil di lepas pantai Afrika Barat dengan jumlah penduduk sekitar 525 ribu jiwa. Kehadiran mereka di Piala Dunia 2026 sudah dianggap sebagai salah satu kisah terbesar dalam turnamen kali ini.

Karena itu, hasil imbang melawan Spanyol terasa layaknya sebuah kemenangan bagi masyarakat Cape Verde.

“Kami semua sangat bahagia. Kami bekerja keras untuk berada di sini dan kami pantas berada di sini. Hari ini kami memainkan pertandingan hebat melawan Spanyol, salah satu tim terbaik di dunia,” lanjut Vozinha.

Mendadak Jadi Sensasi Media Sosial

Tak hanya menjadi sorotan di lapangan, popularitas Vozinha juga meledak di media sosial hanya dalam hitungan jam setelah pertandingan berakhir.

Sebelum menghadapi Spanyol, akun Instagram sang kiper diketahui memiliki sekitar 50 ribu pengikut. Namun setelah aksi heroiknya viral di berbagai platform, jumlah pengikutnya melonjak drastis hingga menembus angka 4,2 hingga berita ini diterbitkan.

Lonjakan fantastis itu terlihat setelah akun sepak populer 433 mengunggah video reaksi Vozinha dan rekan-rekan setimnya yang terkejut melihat pertumbuhan jumlah pengikut mereka.

Dalam video tersebut, para pemain Cape Verde tampak tidak percaya ketika mengetahui bahwa popularitas mereka meningkat tajam hanya karena satu pertandingan melawan Spanyol.

Fenomena tersebut menunjukkan betapa besarnya panggung Piala Dunia. Dalam semalam, seorang kiper veteran yang sebelumnya relatif tidak dikenal publik berubah menjadi bintang global.

Usia 40 Tahun, Tetap Jadi Tembok Kokoh

Di usia yang sudah menginjak 40 tahun, banyak pesepak bola memilih pensiun atau bermain di level yang lebih rendah. Namun, Vozinha justru sedang menikmati salah satu momen terbaik dalam kariernya.

Pengalaman panjang yang ia kumpulkan selama berkarier di Portugal, Angola, Moldova, Siprus, hingga Slovakia terbukti sangat berharga ketika menghadapi tekanan dari para pemain Spanyol.

Bahkan, bagi penggemar sepak bola Indonesia, nama Vozinha memiliki keterkaitan tersendiri. Ia pernah menjadi rekan setim Sulaeman saat keduanya memperkuat AS Trencin di Liga Slovakia.

Kini, mantan rekan setim Witan tersebut menjadi simbol perjuangan Cape Verde di Piala Dunia 2026.

Perjalanan mereka memang masih panjang. Cape Verde masih harus menghadapi Uruguay dan Arab Saudi pada dua pertandingan berikutnya. Namun setidaknya, berkat penampilan luar biasa Vozinha, mereka telah mencatat sejarah dengan meraih poin pertama di panggung terbesar sepak bola dunia.

Dan bagi Vozinha, malam di Atlanta mungkin akan dikenang selamanya sebagai malam ketika mimpi masa kecilnya akhirnya menjadi kenyataan.