Truestorysport – Komite Olimpiade Internasional (), Kirsty Coventry, memberikan sinyal paling jelas sejauh ini terkait kemungkinan kembalinya Rusia ke Olimpiade, termasuk Olimpiade Los Angeles .

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen IOC untuk menjaga olahraga sebagai ruang netral, terlepas dari dinamika politik global.

Dalam laporan The Guardian, Rabu, Coventry menegaskan bahwa meski IOC memahami realitas politik internasional, esensi utama organisasi tersebut tetaplah olahraga.

“Kami adalah organisasi olahraga. Kami memahami politik dan tahu bahwa kami tidak beroperasi dalam ruang hampa. Namun inti dari pekerjaan kami adalah olahraga. Itu berarti menjaga olahraga sebagai lahan netral, tempat setiap atlet dapat berkompetisi secara bebas tanpa dibatasi oleh politik atau perpecahan pemerintah mereka,” ujar Coventry.

Sejak Februari 2022, Rusia dilarang mengikuti sejumlah olahraga internasional, termasuk turnamen yang berada di bawah naungan dan UEFA.

Larangan tersebut membuat tim Rusia absen dari dan Kejuaraan Eropa, dengan status hanya diizinkan memainkan laga persahabatan tanpa keikutsertaan dalam turnamen resmi.

Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyatakan bahwa tersebut perlu dievaluasi ulang karena dinilai tidak efektif, terutama untuk kompetisi kelompok usia .

Namun hingga kini, baik FIFA maupun IOC belum mengeluarkan keputusan resmi terkait status partisipasi Rusia pada Olimpiade Los Angeles 2028.