FSF menyebut pembagian tiket tersebut tidak adil dan merugikan penggemar Senegal.
Tidak hanya menyoroti isu logistik dan keamanan, Senegal juga meminta konfederasi sepak bola Afrika (CAF) dan panitia lokal mengambil tindakan segera untuk menjamin prinsip fair play, kesetaraan perlakuan, dan keamanan yang layak sebagai bagian dari perayaan sepak bola kontinental.
Kritikan ini semakin menambah tensi menjelang pertandingan final yang sangat dinantikan.
Final AFCON 2025/26 ini mempertemukan dua kekuatan sepak bola Afrika, dengan Maroko berambisi mengakhiri penantian 50 tahun meraih gelar, sementara Senegal berusaha mempertahankan prestasi dan meraih titel kedua mereka. Pertandingan diperkirakan akan berlangsung sangat ketat, baik di dalam maupun di luar lapangan. (*)