Truestorysport – Kekalahan pahit Hangtuah Jakarta dari Dewa United Banten pada ketiga IBL GoPay , Rabu malam (14/1), langsung memicu reaksi keras dari sang pelatih, Wahyu Widayat Jati.

Meski masih berada di musim, Coach Wahyu menegaskan akan melakukan dini terhadap performa tim, terutama kontribusi .

Hangtuah sebenarnya memiliki peluang besar untuk menundukkan bertahan. Mereka sempat unggul hingga 24 poin pada kuarter kedua dan tampil impresif di awal laga dengan mencetak 32 poin pada kuarter pertama. Namun, performa tim anjlok drastis di babak kedua, di mana Hangtuah hanya mampu mencetak 23 poin sepanjang dua kuarter.

Masalah terbesar yang menghantui Hangtuah adalah banyaknya kesalahan sendiri. Total 22 kali turnover menjadi mimpi buruk karena berhasil dikonversi Dewa United menjadi 34 poin.

“Turnover 22 kali itu jelas bukan hal yang bagus, apalagi melawan tim seperti Dewa United. Sepuluh turnover saja sudah buruk, ini 22 kali. Dengan jumlah kesalahan seperti itu, jelas kami kalah,” ujar Coach Wahyu dilansir dari laman IBL.

Selain turnover, lemahnya disiplin permainan juga berdampak pada pertahanan tim. Absennya Jordan Adams seharusnya bisa dimanfaatkan Hangtuah untuk menciptakan mismatch, terutama dengan menyerang area paint menggunakan keunggulan ukuran pemain. Namun, strategi tersebut tidak dijalankan secara maksimal.

Alih-alih menekan ke dalam, pemain Hangtuah justru lebih sering mengambil tembakan jarak jauh. Ketika upaya tersebut gagal, transisi bertahan pun terlambat sehingga membuka celah bagi Dewa United untuk mencetak poin mudah.

“Komunikasi defense kami kacau. Padahal Hangtuah dikenal sebagai tim yang mengandalkan transisi, tapi itu sama sekali tidak terlihat di laga ini,” lanjutnya. “Yang paling mengecewakan, saya tidak melihat kemauan pemain untuk . Pemain dan pemain lokal sama saja.”

Dengan catatan satu kemenangan dari tiga pertandingan awal musim (1-2), Coach Wahyu menilai evaluasi tidak bisa ditunda. Ia mengisyaratkan kemungkinan perubahan komposisi pemain asing demi memenuhi yang telah ditetapkan manajemen dan tim pelatih.

“Saya melihat ada pemain asing yang tidak mengikuti instruksi. Sebagai bentuk evaluasi, kami akan mencari pemain asing lain untuk mendukung target tim. Memang ini masih awal musim, tapi evaluasi harus dilakukan,” tegasnya. “Untuk pemain lokal, kami punya program team development. Mereka akan digembleng lagi.”

Menutup konferensi pers, Coach Wahyu menekankan bahwa kekalahan tersebut bukan semata karena keunggulan Dewa United Banten, melainkan karena Hangtuah Jakarta gagal menunjukkan mentalitas untuk menang.

“Bukan karena Dewa United bermain luar biasa, tetapi karena kami tidak ingin menang. Serangan mereka seharusnya bisa kami antisipasi dengan skema defense yang sudah disiapkan,” pungkasnya. (*)