Truestorysports – Roger Federer akhirnya kembali menginjakkan kaki di Melbourne Park setelah empat tahun absen, kali ini bukan sebagai petenis, melainkan sebagai bintang utama upacara pembukaan Australia Open 2026.
Legenda tenis dunia itu mengaku merasa gugup jelang penampilannya sebagai bintang utama dalam upacara pembukaan Australian Open 2026 yang akan digelar di Melbourne Park, Sabtu (17/1) malam, sehari sebelum babak pertama dimulai pada Minggu (18/1).
“Saya sedikit gugup,” ujar Federer sambil tersenyum saat menyapa awak media, dikutip dari laman resmi Australian Open, Jumat.
“Sejujurnya, saya sudah tidak lagi terbiasa menjalani konferensi pers seperti ini.”
Pada acara pembukaan tersebut, Federer akan tampil bersama tiga mantan petenis peringkat satu dunia lainnya, yakni Pat Rafter, Andre Agassi, dan Lleyton Hewitt. Momen ini sekaligus menjadi ajang perpisahan emosional bagi para penggemar, mengingat Federer belum pernah mengucapkan salam perpisahan secara resmi di Melbourne Park sejak pensiun pada 2022.
Australian Open memiliki tempat istimewa dalam perjalanan karier Federer. Turnamen Grand Slam pembuka musim itu menjadi saksi enam gelar juara yang ia raih sepanjang kariernya, sekaligus penampilan terakhirnya pada 2020 ketika mencapai semifinal sebelum kalah straight set dari Novak Djokovic.
“Saya merasa senang bisa kembali dan berada di lapangan besar seperti Rod Laver Arena,” ujar Federer. “Sebenarnya akan jauh lebih mudah dan nyaman jika saya tinggal di rumah dan berkata saya tidak perlu melakukan ini. Namun, saya ingin menciptakan momen untuk penonton dan juga untuk diri saya sendiri.”
Federer mengaku semakin nyaman karena akan berbagi lapangan dengan rekan-rekan lamanya. “Saya memiliki banyak kesamaan dengan Lleyton. Pat selalu menjadi lawan yang saya sukai meskipun saya tidak pernah mengalahkannya, dan Andre adalah salah satu pemain favorit saya. Saya beruntung bisa melawannya sekitar 10 kali. Bersama mereka, saya merasa lebih tenang,” kata juara 20 gelar Grand Slam tersebut.
Dalam kunjungannya ke Melbourne, Federer turut membawa anak-anak dan kedua orang tuanya untuk bernostalgia mengenang perjalanan panjang kariernya. Saat ditanya gelar Australian Open mana yang paling berkesan dari enam gelarnya—2004, 2006, 2007, 2010, 2017, dan 2018—Federer langsung teringat final epik 2017 melawan Rafael Nadal.
Final lima set tersebut ia jalani setelah absen enam bulan akibat cedera, dengan ekspektasi yang minim. “Rasanya seperti mimpi. Saya datang tanpa target besar, mungkin sudah cukup bahagia jika bisa mencapai perempat final,” kenangnya. “Undiannya sulit dan saya harus menghadapi banyak pemain hebat. Bisa menembus final dan menang membuat laga itu menjadi salah satu final paling istimewa dalam hidup saya.”
Federer juga mengungkapkan proses adaptasinya setelah pensiun dari tenis profesional. Ia membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk benar-benar menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar lapangan, setelah menutup kariernya di ajang Laver Cup bersama Nadal.
“Akhir karier saya diwarnai cedera dan jadwal bermain yang semakin sedikit. Saya sudah merasakan bagaimana hidup tanpa pertandingan dan latihan, jadi saya benar-benar siap untuk pensiun. Saat itu terjadi, rasanya justru melegakan,” ujar Federer.
Ia pun menutup dengan refleksi penuh syukur atas perjalanan kariernya. “Saya telah mencapai jauh lebih banyak dari yang pernah saya bayangkan. Ini seperti mimpi. Bahkan jika saya hanya memenangkan setengah dari apa yang saya capai, saya tetap akan duduk di sini dengan rasa bangga yang sama.” (*)