Truestorysport – Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) bergerak cepat menyusul hasil buruk yang dialami nasional mereka pada laga 2026.

Setelah memecat Sabri Lamouchi, Tunisia kini resmi menunjuk berpengalaman asal Prancis, Herve Renard, sebagai nahkoda tim berjuluk The Eagles of Carthage.

Penunjukan Renard diumumkan hanya beberapa hari setelah Tunisia menelan kekalahan telak -5 dari Swedia dalam pertandingan Grup L yang berlangsung pada Minggu (14/6/2026).

Melansir AFP, Selasa (16/6/2026), kesepakatan antara Tunisia dan Renard telah tercapai untuk menggantikan Lamouchi yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi federasi.

“Herve Renard telah mencapai kesepakatan untuk menggantikan Sabri Lamouchi sebagai pelatih Tunisia,” tulis laporan tersebut.

Lamouchi Dipecat Setelah Hasil Memalukan

Kekalahan telak dari Swedia menjadi pukulan besar bagi Tunisia yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan harapan mampu bersaing di fase grup. Tak lama setelah pertandingan berakhir, FTF mengumumkan pemecatan Lamouchi.

“Kesepakatan telah resmi tercapai untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih Sabri Lamouchi. Rencana sedang disusun untuk menunjuk Mondher Kebaier sebagai pelatih sementara,” demikian pernyataan federasi.

Masa jabatan Lamouchi bersama Tunisia memang berlangsung sangat singkat. Ia baru ditunjuk pada Januari 2026 sebagai pengganti pelatih sebelumnya setelah Tunisia gagal melangkah jauh di ajang Piala 2025.

Namun, rentetan hasil yang kurang memuaskan serta kekalahan besar dari Swedia membuat federasi memilih melakukan perubahan drastis di tengah berlangsungnya turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Rekam Jejak Mentereng Herve Renard

Masuknya Herve Renard membawa harapan baru bagi Tunisia. Pelatih berusia 57 tahun itu dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses di benua Afrika.

Renard tercatat dua kali menjuarai Piala Afrika, masing-masing bersama Zambia pada 2012 dan Pantai Gading pada 2015. Prestasi tersebut menjadikannya pelatih pertama yang mampu memenangkan turnamen tersebut bersama dua negara berbeda.

Namanya semakin dikenal publik sepak bola dunia saat menangani Arab Saudi pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Renard sukses menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen dengan membawa Arab Saudi mengalahkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi dengan 2-1.

Momen pidato penuh semangat Renard di ruang ganti Arab Saudi sebelum kebangkitan melawan Argentina bahkan sempat viral dan mendapat perhatian luas dari pecinta sepak bola dunia.

Misi Berat Selamatkan Tunisia

Renard kini menghadapi tantangan besar untuk membangkitkan moral para Tunisia yang sedang terpuruk setelah kekalahan telak di laga perdana.

Dengan persaingan grup yang semakin ketat, mantan pelatih Arab Saudi tersebut dituntut segera menemukan formula terbaik agar Tunisia tetap memiliki peluang melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Kehadiran pelatih berpengalaman itu diharapkan mampu memberikan suntikan sekaligus memperbaiki performa tim dalam sisa pertandingan grup yang akan datang. (*)