Palu, Truestorysport — Muhammad Artha Islami mencuri perhatian dunia sepak bola Sulawesi Tengah setelah tercatat sebagai salah satu peserta termuda dalam Kursus Lisensi Pelatih Diploma D yang digelar Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Sigi.
Kursus kepelatihan tersebut berlangsung selama tujuh hari, mulai 2 hingga 8 Februari 2026, dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah.
Kehadiran Artha Islami, yang lahir di Palu pada 15 November 2006 dan berdomisili di Tondo, menjadi sorotan tersendiri karena usianya yang masih sangat muda dibanding peserta lainnya.
Kegiatan ini menghadirkan instruktur nasional berpengalaman, Kartono Pramdhan, sebagai pemateri utama. Selama kursus, para peserta dibekali materi kepelatihan dasar sepak bola, mulai dari teori kepelatihan, metodologi latihan, hingga praktik lapangan sesuai standar PSSI.
Keikutsertaan Muhammad Artha Islami yang juga mahasiswa PJKR Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako mendapat apresiasi.
Ketua Prodi PJKR FKIP Untad, Dr. Andi Saparia, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi mahasiswa PJKR dalam kursus tersebut.
“Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kami. Mahasiswa PJKR mampu mengambil peran dan berani mengikuti kursus pelatih sepak bola di usia yang sangat muda. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi di dunia olahraga, khususnya sepak bola,” ujar Dr. Andi Saparia.
Ia berharap, langkah yang diambil Muhammad Artha Islami dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi, baik sebagai atlet, pelatih, maupun tenaga pendukung olahraga prestasi.
Dengan mengikuti Kursus Lisensi D ini, Muhammad Artha Islami membuka jalan awal menuju karier kepelatihan profesional dan berpotensi menjadi salah satu pelatih muda berbakat yang dimiliki Sulawesi Tengah di masa depan. (*)