Meski tersingkir, Ana menilai penampilan mereka di turnamen pembuka musim 2026 ini menunjukkan perkembangan positif.
“Di turnamen pertama tahun 2026 ini kami memulai dengan cukup baik. Ada peningkatan, tetapi masih banyak yang harus diperbaiki. Ke depannya kami akan latihan lagi untuk menutup kekurangan dan meningkatkan yang sudah bagus,” tambahnya.
Senada dengan itu, Trias menyoroti perubahan strategi lawan yang menjadi tantangan utama, khususnya saat pertandingan memasuki gim kedua.
“Kami harus lebih tahan di pertahanan dan siap dengan perubahan lawan. Di gim kedua mereka mulai mengajak main reli, banyak membuka permainan dan jarang memberi bola-bola datar. Tidak seperti sebelumnya yang adu no-lob dan membuat kami lebih nyaman mengontrol permainan,” kata Trias.
Menatap rangkaian turnamen sepanjang 2026, Trias menegaskan ambisi besar yang mereka pasang bersama Ana.
“Tahun ini kami ingin meraih gelar juara dan naik podium tertinggi,” tegasnya.
Kendati gagal melangkah ke semifinal Malaysia Open 2026, penampilan Ana/Trias tetap menjadi modal berharga bagi ganda putri Indonesia dalam menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya. (*)