Palu, truestorysports – Kericuhan mewarnai laga babak enam besar Liga 3 Nusantara antara Tornado FC melawan Persekabpas Pasuruan di Stadion R. Soedrasono, Pogar, Bangil, Kamis (13/2/) petang.

Tornado FC, Mohammad Yudha, menjadi sasaran amukan dan tuan rumah setelah pertandingan berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Tornado FC.

Yudha, kiper utama Tornado FC yang juga bagian dari skuad PON 2024, harus berlari menyelamatkan diri usai pertandingan.

Berdasarkan sejumlah video yang beredar di media sosial, kericuhan dimulai sesaat setelah wasit meniup peluit panjang.

Pemain Persekabpas terlihat masuk ke lapangan dan mengejar Yudha. Tak lama kemudian, suporter dari tribun ekonomi berlarian masuk ke lapangan, memperparah situasi.

Kericuhan ini diduga dipicu oleh kekecewaan pemain dan suporter tuan rumah karena timnya kalah di sendiri.

Emosi memuncak setelah adanya dugaan bahwa kiper Tornado FC dan wasit mengulur waktu di penghujung pertandingan.

Beruntung, ratusan aparat keamanan yang telah dikerahkan berhasil meredam situasi dan mengamankan para pemain Tornado FC dari amukan massa.

Sebagai informasi, Mohammad Yudha merupakan kiper muda berbakat Palu kelahiran 2004. Ia direkrut Tornado FC pada ini untuk memperkuat di Liga 3 Nusantara.

Sebelumnya, Yudha sempat memperkuat Celebest FC dan menunjukkan performa gemilang yang membuatnya masuk skuad PON Tengah 2024. (*)