“Akan sulit bicara target medali dan anggaran jika tidak berbasis data. Kami sudah memetakan 12 cabang olahraga unggulan berdasarkan data PON Aceh dan kejuaraan nasional, baik cabor Olimpiade maupun non-Olimpiade,” jelas Gunawan.
Menurutnya, data dari Porprov hingga kejuaraan di tingkat daerah dapat menjadi alat ukur potensi atlet, sekaligus fondasi penerapan sport science dan sistem pembinaan prestasi (bimpres) yang berkelanjutan.
“Dengan jumlah penduduk Sulawesi Tengah sekitar tiga juta jiwa, masa tidak ada atlet dari Buol yang muncul,” ucap Andi Nur, menegaskan optimisme terhadap potensi daerah.
KONI Sulawesi Tengah juga mengapresiasi langkah proaktif KONI Kabupaten Buol yang melakukan audiensi sejak dini. Menurut Andi Nur, sinergi antara pengurus provinsi dan kabupaten menjadi kunci keberhasilan pembinaan olahraga, meski proses pembenahan organisasi membutuhkan waktu dan konsistensi.
Sementara itu, agenda pelantikan Pengurus KONI Kabupaten Buol yang semula direncanakan pada 27 Januari 2026, bertepatan dengan final Piala Bupati Buol, belum dapat dilaksanakan. Hal tersebut disebabkan padatnya agenda Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah hingga tahun 2028. Pelantikan pun dijadwalkan ulang pada rentang 20–28 Februari 2026.
Audiensi ini dihadiri oleh jajaran pengurus KONI Kabupaten Buol, yakni Wakil Ketua I Fransisco Pontoh, Sekretaris Umum Dwiyati Fahrini, Wakil Sekretaris Umum Yahya Toana, serta Wakil Ketua III Astuti Thomas.
Sementara dari KONI Sulawesi Tengah hadir Sekretaris Umum Andi Nur Lamakarate, Ketua Harian Ifan Taufan, Kabid Organisasi Hendy Maratua Sagala, Kabid Administrasi Hendra Iskandar, serta Kabid Prestasi Dr Gunawan. (*)