Palu, Truestorysport – Pelaksanaan Chef de Mission (CdM) pertama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah ke-X tahun 2026 di Kabupaten Morowali resmi berakhir, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi KONI Sulawesi Tengah untuk memastikan kesiapan seluruh venue menjelang pelaksanaan ajang olahraga terbesar di Sulawesi Tengah itu.
Selama tiga hari pelaksanaan, tim teknis bersama perwakilan KONI kabupaten/kota melakukan peninjauan langsung ke sejumlah arena pertandingan yang akan digunakan pada Porprov Morowali 2026.
Tim Teknis Porprov Sulteng yang juga Direktur Eksekutif KONI Sulteng, Moh Warsita, mengatakan kegiatan CdM berlangsung sejak 5 hingga 7 Mei 2026 dengan dua agenda utama, yakni rapat CdM pertama di Hotel Soldadu serta bimbingan teknis sistem pendaftaran kepesertaan di Hotel Grand Savana, Kabupaten Morowali.
“Secara umum pelaksanaan CdM pertama berjalan lancar. Hampir seluruh kabupaten/kota hadir, hanya Kabupaten Banggai Laut yang berhalangan mengikuti kegiatan,” kata Warsita.
Pada hari kedua kegiatan, peserta melakukan peninjauan ke seluruh venue pertandingan yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Morowali. Sedikitnya 11 lokasi cabang olahraga di kawasan KTM menjadi titik awal peninjauan.
Venue yang ditinjau meliputi arena futsal, sepak takraw, petanque, gateball, bola voli indoor, voli pasir, bola basket 3×3 dan 5×5, hingga GOR Baladewa yang dipersiapkan untuk cabang taekwondo dan karate.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke kolam renang, arena grasstrack balap motor, serta lintasan MTB balap sepeda. Selanjutnya tim bergerak menuju Stadion Mini Fonuasingko yang akan digunakan untuk cabang atletik dan sepak bola.
Selain itu, kawasan Kompleks Fonuasingko juga dipersiapkan untuk cabang panjat tebing, tinju, kickboxing, dan pencak silat. Peninjauan berlanjut ke venue bulu tangkis di Mendui serta kawasan Matano yang akan menjadi lokasi open water swimming, dayung, catur, hingga titik start dan finis lari trail.
Tak hanya itu, arena paralayang di kawasan Kolono Mattapan, lintasan road race, balap sepeda jalan raya, tenis lapangan, dan panahan juga turut dipantau langsung oleh peserta CdM.
Menurut Warsita, hasil evaluasi menunjukkan progres pembangunan venue cukup positif. Sejumlah venue bahkan telah rampung, sementara sebagian lainnya berada pada progres 80 hingga 90 persen.
“Rata-rata progres venue sudah di atas 50 persen. Bahkan ada venue yang hampir selesai seperti atletik yang tinggal menunggu proses pemeliharaan rumput,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Morowali menargetkan seluruh venue Porprov sudah siap digunakan paling lambat awal Oktober 2026. Target tersebut disampaikan langsung oleh pihak Pemkab Morowali melalui Dinas Pemuda dan Olahraga bersama Sekretaris Daerah saat diskusi evaluasi bersama peserta CdM.
Tahapan selanjutnya yang akan dilaksanakan yakni CdM kedua sekaligus technical delegate meeting sebelum pelaksanaan Porprov Sulawesi Tengah dimulai. (*)