Madrid kembali berada dalam sorotan tajam jelang menghadapi pada lanjutan Spanyol pada Sabtu (17/1) WITA, di tengah krisis performa yang belum mereda.

Media Spanyol, Mundo Deportivo, menilai Levante sebagai tim yang kerap menjadi “spesialis” dalam memperbesar masalah Los Blancos saat berada di fase sulit.

Real Madrid datang ke laga ini dengan kondisi mental yang goyah setelah menelan dua kegagalan besar dalam waktu berdekatan.

Mereka di ajang de España, lalu tersingkir dari Copa del Rey, hasil yang memicu guncangan internal dan berujung pada berakhirnya masa jabatan pelatih Xabi Alonso.

Situasi tersebut membuat posisi Real Madrid di klasemen LaLiga ikut terancam. Jika kembali kehilangan poin, peluang Madrid dibawah asuhan Alvaro untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar, terutama dengan rival utama Barcelona, dipastikan semakin menipis.

Di sisi lain, Levante justru menunjukkan tanda-tanda kebangkitan meski masih berada di papan bawah klasemen. Sejak ditangani pelatih anyar Luis Castro, tim berjuluk Los Granotas mulai menemukan stabilitas permainan.

Kemenangan mengejutkan 3-0 atas Sevilla di laga tandang serta hasil kontra Espanyol menjadi sinyal bahwa Levante bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.

Rekam jejak pertemuan juga menambah tekanan bagi Real Madrid. Levante tercatat beberapa kali mampu mencuri kemenangan di markas Los Blancos pada era LaLiga modern, hasil yang kerap hadir saat Madrid tengah mengalami periode sulit. Fakta ini membuat duel mendatang sarat muatan psikologis.

Masalah Real Madrid bukan hanya soal hasil, tetapi juga inkonsistensi permainan, rapuhnya lini belakang, serta kurangnya efektivitas di lini serang.

Absennya beberapa pemain kunci dan padatnya kompetisi memperparah situasi klub ibu kota tersebut.

Dengan kondisi yang ada, laga melawan Levante bukan sekadar pertandingan biasa bagi Real Madrid.Kemenangan menjadi harga mati untuk meredam kritik dan menjaga asa .

Sementara bagi Levante, pertandingan ini bisa menjadi momentum emas untuk keluar dari zona bawah sekaligus kembali menjadi “pengganggu” bagi raksasa Spanyol. (*)