Jauh sebelum menjadi andalan Swedia, Ayari sempat berada dalam dilema terkait masa depan internasionalnya.
Pada 2021, Federasi Sepak Bola Tunisia dilaporkan berusaha meyakinkan Ayari untuk membela negara Afrika Utara tersebut menjelang Piala Dunia 2022. Bahkan, gelandang yang kini menjadi salah satu talenta terbaik Swedia itu dikabarkan tertarik menerima tawaran tersebut.
Tak hanya Tunisia, Ayari juga memiliki peluang memperkuat Maroko melalui garis keturunan ibunya.
Namun pada akhirnya, keputusan penting itu dipengaruhi oleh sang ayah yang meminta putranya tetap membela Swedia.
“Anak saya ingin bermain untuk Tunisia, tetapi saya memintanya untuk mewakili Swedia karena itu adalah negara yang menyambut dan mengembangkan dirinya. Sudah menjadi kewajibannya untuk membalas budi,” ujar Azzouz Ayari dalam sebuah wawancara.
Dapat Respek dari Pelatih Tunisia
Pilihan Ayari untuk membela Swedia ternyata mendapat penghormatan dari pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi.
Sang pelatih mengaku sudah lama mengenal Ayari dan keluarganya. Ia juga memahami alasan yang membuat gelandang muda tersebut akhirnya memilih mengenakan seragam Swedia.
Alih-alih kecewa, Lamouchi justru memberikan apresiasi terhadap keputusan pemain yang kini menjadi salah satu motor permainan tim asuhan Graham Potter tersebut.
“Saya mengenalnya dan saudaranya. Dia membuat pilihan dan saya sangat menghormatinya. Dia pemain yang sangat bagus,” kata Lamouchi sebelum pertandingan.