Truestorysports – Kehadiran John sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia langsung dihadapkan pada agenda internasional yang padat sepanjang tahun 2026.

Pelatih asal Inggris tersebut memiliki pekerjaan rumah besar untuk membangun fondasi tim, seiring rangkaian laga penting yang akan menjadi tolok ukur kepemimpinannya bersama skuad .

Agenda pertama yang menanti adalah periode 23–31 Maret 2026. Pada jendela internasional ini, pertandingan akan dikemas dalam format FIFA Series, dengan Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah.

Kesempatan ini menjadi momen krusial bagi Herdman untuk memperkenalkan filosofi permainan sekaligus mengukur kualitas tim dalam atmosfer kompetitif internasional.

Usai FIFA Series, Timnas Indonesia kembali menjalani FIFA Matchday 1–9 Juni 2026. Periode ini diproyeksikan sebagai lanjutan proses pematangan skuad, baik dari sisi taktik, chemistry pemain, maupun evaluasi sebelumnya.

Tantangan lebih besar hadir pada periode internasional panjang 21 September hingga 6 Oktober 2026. Dalam rentang waktu tersebut, Timnas Indonesia berpeluang memainkan hingga empat pertandingan internasional, menjadikannya fase penting untuk membangun konsistensi performa dan kedalaman tim.

Sementara itu, FIFA Matchday terakhir tahun 2026 akan berlangsung pada 9–17 November. Jika seluruh jendela internasional dimanfaatkan secara maksimal, Timnas Indonesia berpotensi menjalani sekitar 10 laga internasional sepanjang tahun, sebuah modal berharga dalam persiapan menuju Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Januari–Februari 2027.

Di luar kalender FIFA, John Herdman juga akan memimpin Timnas Indonesia di ajang prestisius kawasan Asia Tenggara, Piala AFF 2026. Turnamen dua tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.

Meski berstatus regional, Piala AFF memiliki nilai gengsi tinggi. Indonesia kembali akan berhadapan dengan rival-rival seperti Thailand, Vietnam, dan . Thailand sendiri masih menjadi tim tersukses dengan tujuh gelar juara.

Bagi Indonesia, Piala AFF selalu menghadirkan kisah panjang tentang harapan yang tertunda. Timnas Merah Putih belum pernah mengangkat trofi, meski enam kali menembus partai final dan seluruhnya berakhir sebagai runner-up. Turnamen ini pun menjadi ujian mental dan ekspektasi besar bagi Herdman di hadapan publik Tanah Air.

Selain agenda yang sudah terjadwal, masih terbuka peluang Timnas Indonesia tampil di AFC Nations League, baru yang diperkenalkan Konfederasi Sepak Asia (AFC). Turnamen ini dirancang untuk membangun kalender pertandingan internasional yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Hingga kini, AFC belum merilis detail format maupun jadwal resmi. Namun, jika mengacu pada konsep UEFA Nations League, kompetisi ini berpotensi dimulai pada musim 2026/2027 atau setelah Piala Dunia 2026.

Jika skenario tersebut terwujud, maka tantangan John Herdman bersama Timnas Indonesia akan semakin kompleks. Konsistensi performa, kedalaman skuad, serta kesiapan mental sejak awal masa kepemimpinannya akan menjadi kunci dalam menavigasi era baru sepak bola nasional. (*)