Truestorysport – Real Madrid siap menjamu Benfica pada leg kedua babak playoff fase gugur Liga Champions, Kamis dini hari WIB, di Santiago Bernabeu. Laga ini bukan sekadar perebutan tiket ke babak 16 besar, tetapi juga sarat tensi tinggi menyusul sejumlah insiden yang terjadi pada pertemuan pertama.
Atmosfer Bernabeu dipastikan membara. Dukungan penuh publik tuan rumah diyakini menjadi energi tambahan bagi Los Blancos untuk menuntaskan pekerjaan dan memastikan langkah ke fase berikutnya.
Kemenangan tipis di leg pertama ditentukan oleh gol krusial Vinicius Junior. Namun, pertandingan tersebut juga diwarnai kontroversi setelah sang winger melaporkan dugaan pelecehan rasial dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Laga sempat terhenti sekitar 10 menit dan investigasi masih berlangsung.
Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, disebut akan memastikan kesiapan mental Vinicius sebelum menentukan perannya pada laga penentuan ini.
Madrid sendiri datang dengan bekal kurang ideal setelah takluk 1-2 dari Osasuna di La Liga. Kekalahan itu membuat mereka tertahan di posisi kedua klasemen dan menjadi alarm bahwa konsistensi performa harus segera ditemukan demi menjaga asa di kompetisi Eropa.
Benfica Datang dengan Modal Positif
Di kubu tamu, Benfica bertolak ke Madrid dengan rasa percaya diri usai meraih kemenangan 3-0 di kompetisi domestik. Namun, mereka menghadapi tantangan tersendiri karena pelatih Jose Mourinho harus absen di pinggir lapangan akibat kartu merah pada leg pertama.
Secara historis, Benfica pernah memiliki kenangan manis atas Madrid, termasuk kemenangan 5-3 di final Piala Eropa 1962. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir wakil Portugal itu kesulitan saat berhadapan dengan klub-klub Spanyol, dengan enam kekalahan dari delapan pertemuan terakhir melawan tim La Liga.