, – Pengurus Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Tengah menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) perdana pada 22–24 Mei 2026 di salah satu homestay di Kota Palu. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memilih ketua umum baru yang akan memimpin ALTI Sulteng periode 2026–2030.

Musprov resmi dibuka oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia () Sulawesi Tengah yang diwakili Direktur Eksekutif Moh Warsita, Jumat (22/5). Kegiatan itu dihadiri sembilan dari 10 pengurus cabang ALTI kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.

Menurut Warsita, Musprov menjadi langkah penting dalam penataan organisasi sekaligus momentum memperkuat eksistensi olahraga lari trail di Sulawesi Tengah.


“Kami dari KONI Provinsi Sulawesi Tengah mengapresiasi ALTI yang telah melaksanakan musyawarah sebagai bagian dari penataan organisasi,” ujarnya saat membuka kegiatan, Jumat (22/5).

Sementara itu, Ketua Umum ALTI Sulteng periode 2020–2025, Moh Affan, dalam sambutannya menitipkan pesan kepada calon pemimpin berikutnya agar memiliki kesiapan penuh dalam membesarkan organisasi.

“Menjadi pengurus ALTI itu harus siap jiwa, raga, bahkan materi untuk kemajuan organisasi,” ujarnya.

Affan menjelaskan, lahirnya ALTI Sulawesi Tengah berawal dari komunitas kecil pecinta lari trail di Kota Palu. Dari komunitas tersebut, mereka mulai mengetahui bahwa organisasi lari trail tingkat nasional sebenarnya telah terbentuk sejak 2017, namun saat itu belum berkembang secara maksimal.

Momentum kebangkitan olahraga lari trail, lanjut Affan, mulai terasa pada 2021 ketika berbagai event nasional mulai ramai digelar di sejumlah gunung populer Indonesia seperti Semeru dan Rinjani. Kondisi itu mendorong ALTI Sulteng membangun komunikasi intensif dengan pengurus pusat hingga akhirnya Sulawesi Tengah mendapat mandat sebagai salah satu pengurus provinsi pertama ALTI di Indonesia.

Tak hanya itu, ALTI Sulteng juga menjadi salah satu penggagas pelaksanaan Musyawarah Nasional kedua ALTI yang kemudian melahirkan kepengurusan nasional baru di bawah kepemimpinan Bima Arya dan Farhan. Dari hasil Munas tersebut, Sulawesi Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ALTI pertama di Indonesia.

“Ini menjadi sejarah bagi Sulawesi Tengah karena sampai kapan pun akan tercatat sebagai tuan rumah Kejurnas pertama ALTI,” katanya.

Dalam perjalanannya, ALTI Sulteng sempat berada di bawah naungan Komite Olahraga Indonesia (KORMI) hingga dan aktif mengikuti Festival Olahraga Masyarakat Nasional di Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Dari tiga ajang tersebut, Sulawesi Tengah disebut selalu tampil sebagai salah satu daerah terbaik.

lari trail Sulawesi Tengah pun terus berkembang di level nasional maupun internasional. Pada Kejurnas pertama ALTI, dua atlet Sulteng berhasil lolos ke kejuaraan dunia di Thailand. Bahkan dalam seleksi menuju Austria, dua dari tiga atlet Indonesia yang terpilih berasal dari Sulawesi Tengah.

Selain itu, atlet ALTI Sulteng juga mencatatkan hasil membanggakan pada sejumlah kejuaraan nasional berikutnya, termasuk di Jepang dan Aceh-.

Affan menambahkan, pada Oktober 2026 mendatang ALTI Sulteng ditargetkan semakin kokoh berdiri sebagai organisasi olahraga prestasi di bawah naungan KONI.

“Semua capaian ini tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan bersama dan dukungan keluarga besar pecinta lari trail di Sulawesi Tengah,” tutupnya. (*)