Truestorysport – Pengurus Provinsi Federasi Tebing Indonesia (FPTI) menggelar seleksi atlet menuju Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur yang akan berlangsung di Jakarta bulan depan. Kegiatan yang dirangkaikan dengan try out tersebut dilaksanakan di Arena Panjat jembatan Lalove, Kota Palu, pada 23–24 Mei 2026.

Seleksi diikuti dari sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, yakni Kota Palu, Sigi, , Parigi Moutong, , Morowali Utara, Banggai, dan Buol. Total sebanyak 49 atlet putra dan putri ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan FPTI Sulteng, Wilianita Selviana, mengatakan seleksi digelar untuk menjaring atlet terbaik yang akan mewakili Sulawesi Tengah pada Kejurnas Kelompok Umur 2026.

“Ini seleksi provinsi untuk Kejurnas Kelompok Umur Panjat Tebing yang akan digelar bulan depan di Jakarta. Karena menggunakan sistem kuota, tentu kita harus memilih atlet terbaik dari Sulawesi Tengah, sehingga diadakan seleksi ini,” ujar Wilianita kepada media ini, Sabtu (23/5).

Ia menjelaskan, selain sebagai ajang seleksi, kegiatan tersebut juga menjadi try out bagi seluruh atlet panjat tebing Sulawesi Tengah, termasuk atlet yang tergabung dalam Pelatda menuju maupun persiapan PORPROV 2026.

Menurutnya, kategori yang dipertandingkan mengacu pada pedoman kompetisi 2026, yakni kelompok usia Under dan Under 19. Atlet senior tetap diberi kesempatan mengikuti try out sebagai bagian dari evaluasi kemampuan dan pembinaan daerah.

“Setengah peserta memang disiapkan untuk kelompok umur, sementara sisanya mengikuti try out karena tidak masuk kategori usia. Ini juga menjadi sarana evaluasi bagi atlet-atlet daerah,” katanya.

Wilianita menambahkan, Sulawesi Tengah memiliki peluang bersaing di nomor boulder dan lead, dua nomor yang selama ini menjadi andalan daerah pada Kejurnas Kelompok Umur. Dalam dua tahun terakhir, Sulteng konsisten meraih medali dari nomor tersebut.

Karena itu, seleksi difokuskan pada nomor boulder dan lead dengan mempertimbangkan peluang medali. Namun, kuota peserta yang akan diberangkatkan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Setiap nomor maksimal dua atlet putra dan dua atlet putri untuk masing-masing kategori usia. Kami tentu ingin memaksimalkan kuota, tetapi keputusan akhir tetap menunggu persetujuan KONI terkait pembiayaan dan jumlah atlet yang diberangkatkan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa mekanisme seleksi dilakukan secara terbuka dan kompetitif agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

“Seleksi seperti ini memang rutin dilakukan setiap tahun. Ini penting supaya ada persaingan yang sehat dan hasilnya objektif. Kalau hanya penunjukan, tentu atlet lain bisa merasa memiliki kemampuan yang sama,” ujarnya.

Seleksi berlangsung selama dua hari dengan mempertandingkan nomor boulder pada hari pertama dan lead pada hari kedua. Setelah seleksi selesai, FPTI Sulteng berharap para atlet terpilih dapat menjalani pemusatan latihan atau training center sebelum keberangkatan ke Jakarta.

“Kami berharap ada pemusatan latihan supaya atlet lebih fokus menghadapi kejurnas, apalagi waktunya tinggal sekitar satu bulan. Namun itu kembali lagi pada dukungan pendanaan dan support dari KONI,” pungkas Wilianita. (*)