Final lima set tersebut ia jalani setelah absen enam bulan akibat cedera, dengan ekspektasi yang minim. “Rasanya seperti mimpi. Saya datang tanpa target besar, mungkin sudah cukup bahagia jika bisa mencapai perempat final,” kenangnya. “Undiannya sulit dan saya harus menghadapi banyak pemain hebat. Bisa menembus final dan menang membuat laga itu menjadi salah satu final paling istimewa dalam hidup saya.”
Federer juga mengungkapkan proses adaptasinya setelah pensiun dari tenis profesional. Ia membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk benar-benar menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar lapangan, setelah menutup kariernya di ajang Laver Cup bersama Nadal.
“Akhir karier saya diwarnai cedera dan jadwal bermain yang semakin sedikit. Saya sudah merasakan bagaimana hidup tanpa pertandingan dan latihan, jadi saya benar-benar siap untuk pensiun. Saat itu terjadi, rasanya justru melegakan,” ujar Federer.
Ia pun menutup dengan refleksi penuh syukur atas perjalanan kariernya. “Saya telah mencapai jauh lebih banyak dari yang pernah saya bayangkan. Ini seperti mimpi. Bahkan jika saya hanya memenangkan setengah dari apa yang saya capai, saya tetap akan duduk di sini dengan rasa bangga yang sama.” (*)