menjadi salah satu baru yang kian digemari dalam beberapa tahun terakhir.

Popularitasnya melonjak sejak pandemi, ketika iklim dunia mengalami perubahan besar dan para pemain mencari alternatif olahraga yang tetap menantang serta kompetitif.

Olahraga ini merupakan perpaduan antara sepak dan meja. Permainannya dilakukan di atas meja khusus melengkung dengan bola sepak, tanpa melibatkan sentuhan tangan atau lengan.

Sejumlah pesepak bola ternama dunia turut mempopulerkan teqball, sehingga olahraga ini berkembang pesat dari hingga berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Teqball pertama kali dikembangkan pada 2012 oleh tiga inovator asal Hungaria, yakni Gábor Borsányi, Viktor Huszár, dan György Gattyán.

Nama teqball sendiri berasal dari singkatan technique ball, yang menggambarkan esensi permainannya sebagai adu teknik dan kontrol bola.

Sistem dan Aturan Permainan

Sistem permainan teqball menyerupai tenis meja. Pertandingan dapat dimainkan dalam nomor maupun ganda, dengan format tiga set.

Setiap set terdiri dari 12 poin, dan servis berganti setiap poin.

Sebagai olahraga berbasis sepak bola, pemain dilarang menyentuh bola menggunakan tangan atau lengan. Selain itu, setiap pemain tidak diperbolehkan menyentuh bola dengan bagian tubuh yang sama secara berurutan.

Dalam satu reli, maksimal tiga sentuhan diperkenankan sebelum bola harus dikembalikan ke area lawan.

Standar Peralatan dan Arena

Teqball tidak membutuhkan lapangan yang luas, namun tetap memiliki standar internasional terkait arena dan peralatan pendukung, antara lain:

Baca Halaman Selanjutnya>>>